Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Peneliti IPB University Kembangkan Wisata Budaya Kasepuhan Citorek

Antara , Jurnalis-Senin, 19 Juli 2021 |14:53 WIB
Peneliti IPB University Kembangkan Wisata Budaya Kasepuhan Citorek
IPB University (foto: Dok Sindo)
A
A
A

JAKARTA - Tim Peneliti Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata Fakultas Kehutanan dan Lingkungan (Fahutan) IPB University, mendorong pengembangan wisata berbasis budaya khas Kasepuhan Citorek di Lebak, Banten.

"Selama satu tahun ke depan, tim peneliti yang terdiri atas dua dosen, dua asisten dan tiga mahasiswa ini akan berfokus pada masyarakat adat Kasepuhan Citorek. Penelitian ini akan mendorong pengembangan wisata berkelanjutan di Desa Citorek Kidul, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak, Banten melalui kemitraan dengan Balai Taman Nasional Gunung Halimun Salak,” ujar Peneliti Etnobiologi IPB University, Dr Syafitri Hidayati dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin (19/7/2021).

Baca juga:  Resort Kawah Ratu di Sukabumi Jadi Sasaran Peneliti, Ada Apa?

Tim Peneliti IPB University telah mengunjungi Resort PTNW Cibedug, Balai Taman Nasional Gunung Halimun Salak. Kunjungan ini merupakan bagian dari penelitian pemberdayaan masyarakat berbasis budaya dalam konteks pariwisata yang didanai oleh Kementerian Riset dan Teknologi.

Menurut Syafitri, kearifan lokal yang dimiliki oleh masyarakat memegang peranan penting dalam kelestarian. Kearifan lokal tersebut dapat berupa ide, pemikiran, karya, peralatan, maupun konsep dalam pengelolaan biodiversitas, lingkungan alam, serta lingkungan budaya.

Baca juga:  IPB University Naik Peringkat 511+ Dunia versi QS

Eva Rachmawati yang juga Dosen IPB University menuturkan bahwa Citorek yang berada dalam kawasan konservasi dipilih sebagai lokasi penelitian karena adat budayanya lebih kental dengan kelembagaan yang khas.

Desa ini sudah memiliki potensi wisata dan semakin diperkuat dengan adanya modal sosial berupa inisiasi masyarakat dalam pembentukan kelompok sadar wisata (pokdarwis).

“Manajemen pengelolaan dan pengkajian nilai-nilai adat perlu dilakukan untuk membantu mengembangkan wisata berkelanjutan,” ujar Peneliti Bidang Sosial Budaya IPB University ini.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement