Sandiaga Uno Ajak Mahasiswa Bangun Ekonomi Syariah untuk Buka Lapangan Kerja

Tim Okezone, Okezone · Selasa 13 Juli 2021 18:35 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 13 65 2440112 sandiaga-uno-ajak-mahasiswa-bangun-ekonomi-syariah-untuk-buka-lapangan-kerja-b9hkkwxAg5.jpg Menparekraf, Sandiaga Uno (foto: Dok Menparekraf)

JAKARTA - Walau Indonesia mengalami resesi imbas pandemi Covid-19, sektor ekonomi syariah justru mengalami pertumbuhan yang signifikan. Fakta tersebut dinilai menjadi bukti besarnya potensi ekonomi syariah untuk mencetak peluang usaha sekaligus lapangan kerja di masa depan.

Optimisme tersebut disampaikan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Republik Indonesia, Sandiaga Salahuddin Uno dalam webinar Gunadarma Sharia Economic Event bertajuk 'Kiat Sukses Berbisnis Peluang dan Tantangan yang Dihadapi Para Pelaku Usaha di Masa Pandemi' pada Selasa (13/7/2021).

Baca juga:  Ketika Sandiaga Uno Hukum Dirinya Sendiri dengan Push Up karena Telat Hadiri Seminar

Dalam paparannya, ekonomi syariah kini tengah melewati tahap yang sangat strategis, mengingat pertumbuhannya di tengah pandemi Covid-19. Hal itu dibuktikannya dari segi kinerja ekonomi syariah secara umum yang bertumbuh 5,72% sejak tahun 2019.

Pertumbuhan tersebut dipaparkan Sandiaga Uno ditopang oleh makanan halal, fesyen, pertanian, dan sejumlah lini sektor ekonomi syariah.

"Potensi pasar industri halal saya melihat bahwa kita kembali kepada yang menjadi kebutuhan pokok," ungkap Sandiaga Uno.

 Baca juga: Usai Rapat dengan Jokowi, Sandiaga Uno Jadi Sopir Tembak Antarkan Tiga Menteri

"Bahwa penduduk muslim dunia akan terus berkembang, mencapai 1,84 miliar pada tahun 2018, pada tahun 2030 menjadi hampir sepertiga dari total populasi dunia. Mereka akan membutuhkan produk-produk halal dan thoyib," jelasnya.

Oleh karena itu, perekonomian syariah ditegaskannya harus bisa memetakan peluang usaha senilai lebih dari USD 250 miliar. Dirinya pun berharap agar kalangan muda dapat mengambilnya peluang sekaligus pemain sentral dalam ekosistem perekonomian syariah dunia.

"Saya melihat bahwa estimasi konsumsi umat muslim ada USD 2,2 triliun, ini luar biasa sekali, ini dua kali besarnya dari ekonomi Indonesia. Saya yakin ini akan menembus jumlah USD 3 juta pada tahun 2024," jelas Sandiaga Uno.

"76 persen dari 260 juta jiwa rakyat Indonesia, konsumsinya mencapai USD 220 miliar dari produk dan jasa halal, atau pertumbuhannya diartikulasikan sebesar 5,3 persen per tahun," paparnya.

Baca juga:   Pacuan Kuda Panda Bakal Jadi Event Nasional, Cara Sandiaga Uno Bangkitkan Ekonomi dan Pariwisata

Ekonomi syariah dijelaskannya merupakan simbol ekonomi yang berkeadilan, tentunya bisa memberikan pemerataan, keberlanjutan dan keberpihakan ekonomi kepada masyarakat.

"Satu peluang yang sangat dinanti-nantikan oleh masyarakat, menghadirkan perekonomian yang berkeadilan," imbuhnya.

Lebih lanjut dipaparkannya, Indonesia kini dihadapkan dengan situasi Vuca atau volatility, uncertanty, complexity and abiguity. Terkait hal tersebut, Sandiaga Uno berharap kepada semua pihak untuk bisa meningkatkan tiga hal, yaitu inovasi, adaptasi dan kolaborasi.

Inovasi katanya meliputi peningkatan adaptasi teknologi untuk menciptakan peluang usaha sekaligus mencetak lapangan kerja.

"Covid-19 memaksa kita untuk meningkatkan keterampilan, bukan hanya berjualan online, tapi juga bisa menciptakan konten-konten kreatif yang meyakinkan," ujarnya bersemangat.

Hal selanjutnya adalah adaptasi. Dirinya mengajak seluruh pihak untuk dapat beradaptasi terhadap protokol kesehatan. Terlebih masyarakat ekonomi syariah yang menurutnya identik dengan CHSE, yaitu Cleanliness, Health, Safety dan Environment Sustainability.

"Dan terakhir kolaborasi, selama ini kita didominasi oleh kompetisi, saatnya kita berkolaborasi. Kita berharap agar Gunadarma Sharia Economic Event ini dapat memberikan inspirasi kepada entrepreneur dan calon enterpreneur," ujar Sandiaga Uno.

"Mudah-mudahan ini sebuah momentum kita memberi semangat, memberi suatu motivasi dan optimisme, menghadirkan keberkahan dan menjadi energi untuk kita semakin bersemangat untuk bangkit memajukan perekonomian Indonesia," tambahnya.

Menutup webinar, Sandiaga Uno berpesan kepada para mahasiswa untuk terus optimis menghadapi tantangan di tengah pandemi Covid-19. Sebab, menurutnya, krisis ekonomi serta beragam keterbatasan yang dihadapi dapat membentuk karakter seorang enterpreneur yang mumpuni.

"Saya sendiri, DNA-nya adalah enterpreneur, saya lahir dan besar sebagai enterpreneur karena krisis ekonomi, dari krisis ke krisis membawa saya kepada tantangan baru," ungkap Sandiaga Uno.

"Pada suatu krisis di tahun 1997 saya memulai usaha dan Alhamdulillah usaha saya sekarang menjadi usaha yang stabil dengan membuka lapangan kerja bagi 30.000 karyawan di seluruh Indonesia," jelasnya.

Menilik kisah hidupnya, Sandiaga Uno mengaku tidak ingin berhenti. Dirinya yang kini bertugas di Kemenparekraf katanya ingin terus berkontribusi. Tujuannya agar masyarakat, terutama para pelaku ekonomi, anak-anak muda yang merupakan masa depan bangsa dapat terus bergerak menjadi pemenang.

"Jangan menjadi kaum rebahan, tapi jadilah agen perubahan," tegas Sandiaga Uno.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini