Share

Apa Beda Pandemi, Endemi dan Epidemi? Simak Penjelasan Epidemiolog Ini

Tim Okezone, Okezone · Sabtu 10 Juli 2021 21:18 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 10 65 2438738 apa-beda-pandemi-endemi-dan-epidemi-simak-penjelasan-epidemiolog-ini-B9sCSbWq8M.jpg Foto: Illustrasi Shutterstock

JAKARTA - Pandemi Covid-19 masih terus mewabah di dunia khususnya Indonesia. Virus tersebut ditemukan pertama kali di Wuhan, China pada 2019. Lalu, kenapa virus corona dikatakan pandemi? Dan apa yang membedakan dengan endemi dan epidemi.

Pakar Epidemiolog Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman mengatakan, virus corona atau Covid-19 ini memberikan banyak pelajaran penting kepada manusia, khususnya dunia sains, mahasiswa, pelajar di semua bidang, baik kesehatan, dan virus.

"Bisa melihat evolusi virus, mutasi dari mutasi berikutnya, ini pertama kali dalam sejarah," kata Dicky kepada Okezone, Sabtu (10/7/2021) malam.

Baca juga: Kemenkes Akui Distribusi Obat Terapi Covid-19 Tak Merata

Menurut Dicky, epidemi itu digambarkan atau artikan sebagai satu peningkatan yang tidak diduga dalam sejumlah kasus penyakit di wilayah, negara, provinsi, ataupun kawasan, contohnya epidemi itu campak, dan polio.

"Untuk diketahui epidemi ini penyakit tidaklah penyakit menular, mewabah sebagai contoh obesitas, dalam penyakit epidemi dapat diartikan penyakit atau perilaku berkaitan dengan kesehatan seperti merokok, yang jumlah kasusnya sangat terlihat jelas di atas kejadian yang diperkirakan di satu komunitas, itu epidemi," tutur Dicky.

Baca juga: Pandemi Covid-19 Bisa Berubah Jadi Endemi, Begini Penjelasannya!

Lalu kedua pandemi, pandemi ini dideklarasikan khusus oleh Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization), jadi WHO punya otorisasi untuk menentukan suatu tingkatan penyakit apakah pandemi, epidemi, dan endemi.

"Satu penyakit dengan pertumbuhan yang begitu cepat meningkat dan ini artinya setiap hari peningkatannya, hari ke hari meningkat tajam tidak standar, WHO baru bisa menetapkan suatu penyakit, oh ini pandemi. pandemi tidak ada hubungan dengan populasi keparahan penduduk. Ini lebih pada bahwa penyakit virus atau bakteri ini meliputi seluruh benua, terjangkit oleh penyakit tersebut, bukan hanya wilayah atau negara, itu pandemi," beber Dicky.

 

Lalu, kata Dicky, endemi adalah penyakit wabah yang secara konsisten sering terjadi, tetapi hanya di beberapa tempat, misalkan di daerah Papua, daerah Sumatera, dan ini yang membuat penyakit sudah menjadi endemi, penyebaran maupun angka kejadiannya bisa diprediksi contohnya Malaria.

"Dan perbedaan jelasnya ketiga (epidemi, pandemi, endemi) itu, WHO sudah memberikan definisi ketiga itu berbasis pada kecepatan dari penyakit itu menyebar, dan perbedaan antara ketiga itu, bukan dari keparahan penyakitnya tetapi pada level kecepatan yang menyebar, dan artinya epidemi bisa juga beberapa kawasan, tapi kalau pandemi bisa cepat sekali menyebar ke seluruh benua dan cepat sekali menyebar kalau epidemi tidak menyebar," tuturnya.

"Pandemi sifatnya akut jika saya tambahkan, untuk memperjelas dan pandemi itu lintas batas Internasional dan lintas benua. Berlawanan dengan epidemi yang biasanya regional, misal Malaria di Eropa sulit karena beda regionalnya, itu sebab kenapa pandemi menyangkut banyak wilayah yang bisa menyebabkan kerusakan besar dibidang sosial, ekonomi, dan kehiduan secara umum," sambung Dicky.

Kata Dicky, Epidemi dideklarasikan berkembang menjadi status pandemi, jika kasus penyakit itu besar.

"Artinya adalah bahwa sudah terjadi kondisi dimana penyebaran epidemi itu tak terkendali sudah lebih cepat, dikategorikan diubah menjadi pandemi. Epidemi bisa berubah jadi pandemi, tapi pandemi juga bisa dicabut jika sudah terkendali," pungkas Dicky. (din)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini