Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Guru Besar UI Soroti Angka Kematian Covid-19 Meningkat saat PPKM Darurat

Binti Mufarida , Jurnalis-Jum'at, 09 Juli 2021 |11:30 WIB
 Guru Besar UI Soroti Angka Kematian Covid-19 Meningkat saat PPKM Darurat
Foto: Illustrasi Shutterstock
A
A
A

JAKARTA - Angka kematian akibat Covid-19 di Tanah Air terus meningkat terutama pada periode pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat diberlakukan.

Tercatat, angka kematian tertinggi pada 7 Juli 2021 dimana dalam sehari sebanyak 1.040 orang meninggal akibat Covid-19. Kemudian, tercatat pada 8 Juli 2021 angka kematian akibat Covid-19 juga masih tinggi di angka 852 orang meninggal.

Baca juga:  Menag: Rumah Ibadah Wilayah PPKM Darurat & Zona Merah-Oranye Ditutup Sementara

Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Tjandra Yoga Aditama pun menyoroti tingginya angka kematian Covid-19 saat pelaksanaan PPKM Darurat.

“Pada 8 Juli 2021 kemarin dilaporkan ada 38.391 pasien baru Covid-19 dan yang amat menyedihkan adalah 852 orang meninggal dunia,” kata Tjandra dalam keterangan yang diterima, Jumat (9/7/2021).

 Baca juga: MUI Tegaskan Ibadah Idul Adha Tak Dilarang, Hanya Dialihkan

“Peningkatan jumlah kasus baru mungkin dapat dihubungkan dengan peningkatan jumlah tes dan mgk telusur, tetapi lebih dari 850 warga bangsa yang meninggal tentu butuh tindakan nyata agar angkanya tidak meningkat lagi,” ungkap Tjandra.

Tjandra menjelaskan, bahwa World Health Organization kerap menggunakan istilah “Public Health and Social Measure (PHSM)” untuk menggambarkan upaya pembatasan sosial.

“Ada dua karakteristik PHSM yang dapat dikaitkan dengan PPKM Darurat, yaitu pembatasan sosial yang amat ketat memang diberlakukan pada suatu daerah tertentu dan dalam waktu tertentu pula. Serta yang ke dua adalah pembatasan sosial dapat lebih diperketat ketika situasi memburuk, yang sekarang baik untuk dipertimbangkan,” katanya.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement