Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Perlunya Orkestrasi Kolosal Dalam Program Vaksinasi di Indonesia

Tim Okezone , Jurnalis-Rabu, 03 Februari 2021 |10:46 WIB
Perlunya Orkestrasi Kolosal Dalam Program Vaksinasi di Indonesia
Prof.Dr. Martani Huseini. (Foto: Dok)
A
A
A

PROSES sosialisasi kebijakan Vaksinasi nasional nampaknya bukan persoalan yang mudah. Padahal cuma dua kata yang ingin di komunikasikan yakni ; AMAN dan HALAL demi Suksesnya program PPKM& PSBB.

Namun dari hasil Webinar yang diselenggarakan oleh STIKOM InterStudi, beberapa waktu lalu. sejumlah pakar dan praktisi hingga juru bicara Kemenkes dr. Siti Nadia Tarmizi mengakui bahwa sosialisasi proram nasional vaksinasi masal bukanlah perkara yang mudah.

Sesuai dengan makna hakikatnya, masalah sosialisasi memerlukan pijakan berpikir sosio - kultural dalam proses perencanaannya. Program komunikasi publik yang maha penting ini agar efektif dalam implementasinya diperlukan landasan berbagai macam keilmuan.

Baca Juga: Dunia Kampus Saat Pandemi, Ketika Dosen dan Mahasiswa Terpisah Layar Monitor

Namun tetap diakui bahwa efektivitas penyampaian pesan mulia yang disampaikan pada masyarakat yang majemuk, multi-etnis, multikultural yang serba multi ini masih mangalami banyak kendala. Upaya pemerintah dalam mengurai permasalahan kesehatan nasional khususnya penghindaran dari wabah pandemik Covid-19 dan berujung pada upaya pemulihan ekonomi nasional belum menyerupai Orkestrasi Kolosal yang masif dan enak didengar bunyinya.

Disadari oleh berbagai pihak bahwa misi mulia program Vaksinasi masal ini walaupun sudah dijelaskan ‘proses keamanannya’ oleh Dept. of Communication Korporasi Bio Farma, Edwin Gama Pringadi. Berita terakhir Vaksin perdana Sinovac yang didatangkan dari Cina sudah dinyatakan ‘Halal’oleh MUI. Bahkan Presiden Jokowi dan sejumlah pejabat beserta para selibriti terpilih sudah diajak untuk mensiarkan vaksinasi masal ini aman dan halal. Ternyata hasilnya masih jauh dari harapannya.

‘The Death of Journalism’

Sangat menarik ulasan Jurnalis Senior Ray Wijaya dalam Webinar ini. Untuk mensosialisasikan pesan yang akurat dan tepat diperlukan komunikator yang capable dan credible. Untuk itu perlu didalami kapasitas keilmuannya, keagamaannya, teknik berkomunikasinya, popularitas serta pengaruhnya baik di dunia nyata maupun di dunia maya. Pemilihan atas medianyapun yang sudah multi-platform, strategi pemilihan konten dan framing-nyapun harus tepat.

Baca Juga: Merdeka Belajar Episode 7, Program Sekolah Penggerak Jadi Katalis Reformasi Pendidikan

Menyimak aspek kepemilikan ‘industri media’ di Indonesia cukup kompleks karena di latar belakangi oleh berbagai kepentingan sosio-politico yang beragam yang terkadang nampak bias dalam angle penyampaiannya. Sehingga, jika ditinjau dari falsafah coverbothside dalam ilmu Komunikasi terasa ‘kurang fair’. Oleh karena itu sinyalemen penting tentang ,‘di Indonesia bisa terjadi jika lessons learnt dari Webinar ini tidak dijadikan referensi yang berharga.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement