Wikan optimistis atas target link and match yang direncanakan. Apalagi bakal melaksanakan beberapa Nota Kesepahaman dan Perjanjian Kerja Sama (PKS)bdengan Kamar Dagang Indonesia (KADIN) dan Forum Human Capital Indonesia (FHCI), serta Perjanjian Kerja Sama dengan Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) dan Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI).
“Kami menargetkan dengan anggaran tersebut setiap tahunnya, atau bisa naik, maka diharapkan sekitar 80 persen pendidikan vokasi sudah bekerja sama dengan dunia industri dengan paket kerja sama minimal, pada lima tahun ke depan,” terang Wikan.
Sementara itu, Guru Besar Institut Teknologi Bandung Iwan Pranoto menyampaikan kebijakan tersebut merupakan kemajuan yang sangat baik bagi pendidikan vokasi. Pendidikan vokasi akan lebih cepat beradaptasi dengan kebutuhan industri.
"Ini akan membuat dunia kerja kita maju dengan cepat dan luar biasa," kata Iwan.
Iwan menambahkan, selain kerja sama dengan industri juga harus dilakukan kerja sama dengan lembaga-lembaga sertifikasi profesi. “Sertifikasi memang harus menjadi bagian dari pendidikan. yang mengeluarkan seharusnya organisasi profesi,” pungkas Iwan.
(Arief Setyadi )
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik