Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kemendikbud Anggarkan Rp3,5 Triliun untuk Pengembangan Pendidikan Vokasi

Harits Tryan Akhmad , Jurnalis-Senin, 13 Juli 2020 |12:49 WIB
Kemendikbud Anggarkan Rp3,5 Triliun untuk Pengembangan Pendidikan Vokasi
Ilustrasi (Foto: Ist)
A
A
A

Menurutnya, terdapat puluhan paket program yang telah dipersiapkan Kemendikbud. Hanya saja ada lima paket yang harus menjadi pilar utama, pertama yaitu kurikulum disusun bersama kedua belah pihak.

Kedua, dosen/guru tamu minimal mengajar 50 hingga 100 jam per semester berasal dari expert dan praktisi profesional berkompeten dari industri dan dunia kerja. Ketiga, papar Wikan, adalah magang dirancang sejak awal. Keempat, komitmen serapan lulusan. Kelima, dosen vokasi dan guru-guru SMK juga mendapatkan pelatihan atau update teknologi dari pihak industri.

“Lima paket link and match tersebut didorong dengan Rp3,5 triliun tadi, tahun ini. Meskipun pandemi, tetap kita dorong agar pendidikan vokasi benar-benar relevan dengan industri dan dunia kerja. Mereka sedang bergerak masif menuju kondisi kebiasaan baru, yang mungkin bisa semakin sulit dikejar kesesuaiannya oleh kurikulum vokasi bila tidak terjadi pernikahan selama pandemi” terang Wikan.

Baca Juga: Kemendikbud Kaji Penerapan Kurikulum Darurat saat Pandemi Covid-19 

Selain lima paket tersebut, kata dia, sertifikat kompetensi bagi lulusan merupakan aspek yang sangat krusial untuk diwujudkan juga dalam skema pernikahan tersebut.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement