Namun, Nadiem menilai teknologi secanggih apa pun, inovasi sebesar apa pun, tidak akan pernah menggantikan peran guru sebagai pendidik. Kini guru dan orangtua dituntut membiasakan diri dengan teknologi untuk mencari informasi dan berkomunikasi ketika siswa harus melakukan belajar dari rumah.
"Konsepnya bukan untuk menggantikan guru, tetapi teknologi itu untuk memperkuat potensi guru," ungkap Nadiem.
Dia melanjutkan, pada akhirnya bagian yang benar-benar melakukan perubahan di lapangan adalah hati nurani seorang penggerak.
"Guru yang datang ke pintu-pintu setiap muridnya itu menunjukkan bahwa di ujungnya itu sebenarnya guru dan tentunya orangtua yang akan membuat perubahan tersebut, dan itu merupakan suatu hal yang sangat menginspirasi. Itu namanya guru penggerak. Mereka itu tanpa disuruh sudah bergerak duluan dan harus kita beri mereka bantuan," pungkasnya.
(Hantoro)
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik