Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ventilator Karya Mahasiswa Universitas Gunadarma Efektif Bantu Pasien Kritis COVID-19, Ini Penjelasannya

Wilda Fajriah , Jurnalis-Rabu, 29 April 2020 |07:00 WIB
Ventilator Karya Mahasiswa Universitas Gunadarma Efektif Bantu Pasien Kritis COVID-19, Ini Penjelasannya
Universitas Gunadarma (Foto: Ist)
A
A
A

DEPOK - Universitas Gunadharma berhasil menciptakan alat pernapasan ventilator yang ditujukan untuk menangani pasien COVID-19. Tiga falkutas yang terlibat yakni, Falkutas Teknki Industri, Falkutas Kedokteran dan Falkutas Ilmu Komputer.

Ventilator sendiri menjadi alat yang sangat dibutuhkan saat pandemi corona di dunia. Alat ini diklaim membantu banyak pasien corona menghadapi penyakitnya.

"Artinya kita mencoba membantu program pemerintah dalam mengatasi hal ini yakni dalam bentuk untuk membuat beberapa riset pengembangan yang khususnya membantu beberapa saudara-saudara kita yang mungkin saat ini membutuhkan perangkat-perangkat seperti misalnya alat bantu pernafasan," papar Prof Adang Suhendar selaku Dekan Falkutas Teknik Informasi Universitas Gunadarma yang juga ikut terlibat dalam pembuatan ventilator ini.

Insinyur Yohanes Kurnia, dibantu dengan pfofesor Adang Suhendra dan dokter Bhakti Gunawan dari Universitas Gunadarma berhasil membuat ventilator yang siap diproduksi secara masal untuk bangsa dan negara. Mereka berhasil menyelesaikan design sistem knockdown dan low cost ventilator dengan material yang hampir semuanya dari dalam negeri agar bisa cepat diproduksi dengan cepat, singkat dan efisien semurah mungkin.

"Jadi untuk secara medis, pola kerjanya adalah dibawah konsultasi antara pembuat yaitu kami dari tim Falkutas kedokteran Gunadarma, kita melihat mekanisme kerja, fungsi plus monitoring dari semua alat ini kita harapkan nanti akan menyesuaikan dengan kondisi di lapangan pada saat dipakai," kata Adang.

Dengan semakin mahal dan kurangnya ketersediaan ventilator di berbagai rumah sakit di Indonesia, Adang berharap dengan dibuatnya produk karya anak bangsa ini akan turut membantu pemerintah dalam mengatasi pendemi yang sudah berlangsung cukup lama ini.

"Tidak hanya pembuatan ventilator, kedepannya kita juga akan buat disinfektan kemudian sehingga kita bisa berpartisipasi untuk membantu masyarakat tersebut dan juga pemerintah yang saat ini kan cukup yang dimana pasien terus bertambah karena dampak COVID-19 ini," paparnya

Lebih lanjut Adang menjelaskan tentang bagaimana mekanisme dan cara kerja dari alat ventilator karya anak bangsa ini. Dikatakannya ada perhitungan-perhitungan atau parameter yang dikehendaki alat yang dipakai mulai dari otomatisasi untuk adjustment dari respirator rewrite frekuensi pernapasan sampai kemudian untuk menentukan volume.

"Ketika dipakai mulai dari otomatisasi untuk udjustment dari respirator rewite frekuensi pernapasan sampai kemudian nanti untuk penentuan volume yang akan dimasukan ke dalam paru-paru pasien, ini semua ya bisa terkontrol secara otomatis plus ditambah dengan monitoringnya," lanjutnya.

Selain ventilator, tim ini juga mengembangkan perangkat PAPR (Powered Air Purifying Respirator) sebagai pelengkap APD yang memodifikasi dari perangkat masker selam yang dilengkapi dengan saluran inspirasi dan ekspirasi dengan sensor pendeteksi tekanan inspirasi dan eksipirasi yang bertujuan memberikan pernafasan yang disesuaikan dengan ritme pernafasan pemakainya dengan aman dari virus dan bakteri.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement