MALANG - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy meminta kebijakan sistem zonasi dimaklumi meski tak semua orang tua wali diuntungkan.
Hal ini disampaikannya saat mengisi seminar Himpunan Indonesia untuk Pengembangan Ilmu - Ilmu Sosial di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pada Kamis (8/8/2019).
Baca Juga: Gaet Legiun Veteran RI, Kemendikbud Aplikasikan Pendidikan Karakter
"Pasti adalah yang mengeluh merasa tidak diuntungkan dengan kebijakan ini. Tapi saya mohon kesadarannya betul, demi bangsa kita, demi masa depan pendidikan yang lebih baik. Terutama untuk pemerataan kualitas pendidikan. Kalau ada yang merasa kecewa karena tidak diuntungkan, dengan kebijakan ini tentu harus dimaklumi," ujar Muhadjir
Mantan rektor UMM ini menilai tidak semua kebijakannya memuaskan seluruh orang tua murid dengan jumlah yang mencapai 51 juta. Dirinya juga menyebut zonasi juga ada sisi positifnya sehingga perlu dilanjutkan.
Baca Juga: Sistem Zonasi Harus Perhatikan Infrastruktur Sekolah
"Indikatornya, sekarang tidak ada satu sekolah pun yang inputnya homogen, pintar semua atau bodoh semua. Sekarang merata, setiap sekolah pasti ada yang bagus akademisnya, tetap ada juga yang rendah. Itulah sekolah, itulah yang namanya sistem classical," terang Muhadjir.