JAKARTA - Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mengirim 45 mahasiswa dari beragam perguruan tinggi ke Tiongkok atau Republik Rakyat China (RRC) untuk mempelajari kelebihan dari teknologi negara tersebut. Nasir berharap dengan mengunjungi beberapa pusat teknologi dan universitas ternama di Tiongkok, para mahasiswa dapat menilai pengembangan teknologi di Tiongkok secara langsung tanpa adanya informasi asimetris atau informasi yang kurang lengkap sehingga mereka dapat mempelajari kelebihan dan kemajuan pesat teknologi Tiongkok untuk turut diterapkan di Indonesia setelah mereka lulus.
"Ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan kerja saya ke Tiongkok di Bulan April 2019 dan pertemuan saya dengan Dubes Tiongkok pada beberapa waktu yang lalu. Kemenristekdikti telah menjalin kerjasama aktif dengan Tiongkok sejak Tahun 2015, dan diwujudkan dengan berbagai kerjasama di bidang Iptek, Inovasi dan Pendidikan Tinggi. Beberapa contoh kerjasama Iptek, antara lain adalah antara Tsinghua University dan BATAN Indonesia untuk HTGR (High Technology Gas Cooled Reactor), kerjasama pengembangan teknologi kereta cepat, kerjasama bioteknologi, disamping kerjasama pertukaran pelajar seperti kali ini,” ujar Menristekdikti Nasir dalam keterangan tertulis, Sabtu (15/6/2019).
Baca Juga: Moses Mayer Penemu Aplikasi Pengelolaan Sampah yang Mengidolakan Habibie
Program serupa (pengiriman pelajar Indonesia ke negara mitra) di bawah koordinasi Direktorat Kemahasiswaan, Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Mahasiswa (Belmawa) juga akan ditujukan untuk kunjungan kerja (studi banding) ke negara-negara Eropa, Amerika Serikat, dan negara maju lainnya.
"Apa keunggulan Iptek dan Inovasi mereka (negara maju), apa kelemahan kita (Indonesia) ini harus kita pelajar. Saya ingin ke depan mahasiswa/i Indonesia sebagai calon pemimpin Indonesia masa depan, mampu berpikir inovatif untuk mencapai target-target 'Sustainbility Development Goals (SDGs). Penguasaan teknologi dan inovasi merupakan salah satu strategi mutlak, guna menghadapi bonus demografi. Tidak ada suatu bangsa di dunia yang akan maju, jika teknologi dan inovasi belum dapat dikuasai. Saya menginginkan agar para mahasiswa tidak lagi (berpikir) ke mana saya nanti mencari pekerjaan jika lulus? Adik-adik, saya yakini akan mampu menguasai teknologi yang tepat untuk masa depan " ungkap Menristekdikti.
Baca Juga: Moses Mayer, Putra Indonesia Jawara Matematika Dunia
Selain mengunjungi Kantor Pusat Huawei Technologies di Kota Shenzen, 45 mahasiswa yang dipilih tersebut selama sepekan akan mengunjungi berbagai lokasi meliputi Peking University di Kota Beijing, Hebei Normal University di Kota Shijiazhuang, Hebei Museum di Kota Shijiazhuang, International Horticultural Exhibition 2019 Beijing, Tembok Besar China bagian Badaling dekat Kota Beijing, Komplek Istana Kekaisaran Kota Terlarang, dan Istana Musim Panas Dinasti Qing. Selain untuk mempelajari teknologi, mereka diharapkan dapat mempelajari kebudayaan Tiongkok dan juga menikmati keindahan alam dan keramahan masyarakat di RRC. Menristekdikti juga mengutip bahwa di Indonesia ada pepatah mengatakan bahwa "Belajarlah sampai ke negeri China", dan hal itu benar karena hubungan bilateral Indonesia dan Tiongkok memang lebih harmonis dalam dekade terakhir ini.
Para pelajar Indonesia mendapatkan fasilitasi akomodasi selama berada di Jakarta sebelum dan sesudah penerbangan ke Tiongkok beserta uang saku dari Kemenristekdikti, serta penerbangan pergi - pulang Jakarta - Tiongkok, dan akomodasi dari Pemerintah RRT. Ini merupakan bagian dari kerjasama bilateral di bidang Iptekdikti.
Kunjungan selama seminggu bagi 45 mahasiswa ini adalah program pertama di Tahun 2019 yang diadakan Kemenristekdikti. Kementerian sedang merencanakan kunjungan serupa ke negara-negara lain bagi mahasiswa Indonesia.
45 mahasiswa yang dipilih ini berasal dari berbagai perguruan tinggi dan organisasi mahasiswa sebagai berikut:
1. Universitas Borneo Tarakan
2. Politeknik Negeri Bandung
3. Universitas Sumatera Utara
4. Universitas Palangkaraya
5. Universitas Lambung Mangkurat
6. Universitas Mataram
7. Politeknik Negeri Lhokseumawe
8. Universitas Udayana
9. Universitas Andalas
10. Politeknik Negeri Media Kreatif
11. Universitas Nusa Cendana
12. Politeknik Negeri Pertanian Kupang
13. Institut Teknologi Bandung
14. Universitas Sulawesi Barat
15. Universitas Padjajaran
16. Politeknik Negeri Jakarta
17. Universitas Sebelas Maret
18. Himpunan Mahasiswa Islam (Universitas Ibnu Khaldun)
19. Himpunan Mahasiswa Islam (Universitas Musamus)
20. Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (Universitas Pendidikan Ganesha)
21. Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (Universitas Udayana)
22. Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (Universitas Muhammadiyah Jakarta)
23. Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (Institut Pertanian Bogor)
24. Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (Universitas Syiah Kuala)
25. Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (Universitas Sulawesi Tenggara)
26. Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (Universitas Negeri Jakarta)
27. Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (Universitas Indonesia)
28. Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (Universitas Negeri Padang)
29. Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (Universitas Pendidikan Indonesia)
(Rani Hardjanti)
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik