Peringati Hardiknas di Museum Kebangkitan Nasional

Feby Novalius, Okezone · Kamis 02 Mei 2019 15:07 WIB
https: img.okezone.com content 2019 05 02 65 2050623 peringati-hardiknas-di-museum-kebangkitan-nasional-MW5KSvgPf9.jpg Foto: Memperingati Hardiknas 2019

JAKARTA - STOVIA, nama tempat yang akan selalu disebut saat bicara tentang sejarah. Bangunan School tot Opleiding van Indische Artsen, atau Sekolah Pendidikan Dokter Bumiputera itu kini berganti nama menjadi Museum Kebangkitan Nasional.

STOVIA merupakan kampus perjuangan, tempat berkumpulnya para pejuang, termasuk Bapak Pendidikan Ki Hadjar Dewantara, meskipun tidak sampai tamat karena sakit. Pemikiran dan perjuangan Ki Hajar Dewantara yang tidak hanya di bidang pendidikan, tetapi juga di bidang kebangkitan nasional menempatkan namanya dalam jajaran tokoh kebangkitan nasional. Tanggal lahirnya 2 Mei kemudian ditetapkan sebagai Hari Pendidikan Nasional yang diperingati hingga kini.

Baca Juga: Kompetisi Robot Tumbuhkan Inovasi dan Kreativitas Siswa

Ada yang berbeda di STOVIA hari ini, bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional puluhan siswa bersama gurunya menggelar upacara di dalam lingkungan Museum. Mereka adalah siswa Sekolah Darurat Kartini, sekolah gratis yang didirikan dua guru kembar Rossy dan Rian. Dengan hidmat, para siswa mengikuti jalannya upacara mengenakan pakaian adat nusantara, ada yang mengenakan pakaian Jawa, Bali, Kalimantan dan daerah lainnya.

“Kami sering mengadakan kegiatan di Museum, kegiatan ini adalah bagian dari pembelajaran bagi siswa, dan sebagai ungkapan syukur atas nikmat kemerdekaan, nikmat pendidikan hasil perjuangan para pahlawan,” ujar Rossy dengan semangat, sambil membimbing anak-anaknya berkegiatan selepas upacara, dalam keterangannya, Kamis (2/5/2019).

Selain mengadakan upacara, para siswa juga menampilkan kebolehan mereka dalam pentas budaya bertajuk Genderang NKRI. Diawali dengan menyanyikan lagu dari Sabang Sampai Merauke, lalu disambut dengan tetabuhan kemudian Puisi yang dibawakan salah satu siswa.

“Melalui seni dan budaya kita tanamkan nilai-nilai perjuangan dan persatuan Indonesia. Ini sangat penting bagi generasi, karena mereka adalah penerus pembangunan yang harus tahu dan cinta pada bangsanya,” ujar Salah Satu Guru Relawan Sekolah Gratis Adjat Wiratma.

Baca Juga: Rumah Robot Siap Gelar Indonesia Robotic Competition 2019

Melaksanakan kegiatan di Museum memang bukan hal baru bagi sekolah ini, hampir setiap hari-hari besar nasional, upacaranya dilakukan di sejumlah museum yang ada di Jakarta. Para siswa juga seperti diajak rekreasi, mereka terlihat sangat senang, dapat belajar sejarah dan bermain.

Di Museum Kebangkitan Nasional sendiri tengah berlangsung pameran temporer Dewi Sartika dengan tema “Lentera pendidikan Bumi Parahyangan”. Pameran dibuka sejak 11 April 2019 di Ruang STOVIA. Pameran ini menghadirkan kembali memori mengenai Dewi Sartika sejak kecil, perjuangannya dalam dunia pendidikan khususnya pendidikan bagi perempuan, hingga akhir hayatnya sampai diberi gelar Pahlawan Nasional Republik Indonesia.

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini