BANDUNG - Agar dapat bersaing di era berkembangnya isu-isu lintas budaya yang disebabkan oleh globalisasi, penting bagi suatu institusi pendidikan tinggi untuk memiliki kompetensi interkultural. Sebagai salah satu upaya peningkatan kualitas sivitas akademika, Kantor Internasional dan Kerjasama Universitas Katolik Parahyangan (KIK Unpar) menyelenggarakan kegiatan seminar dan workshop Intercultural Learning and Global Engagement (ILGE), pada 23-24 Maret 2019 di Operatioon Room, Unpar.
ILGE ini diadakan atas kerja sama dengan Malmo University, James Madison University dan Viadrina University melalui hibah Konsorsium International Network of Universities (INU). Adapun rangkaian acara selama dua hari mencakup seminar dan workshop dengan topik yang beragam.
Dalam kata sambutannya, Rektor Unpar Mangadar Situmorang PhD berharap agar kegiatan seminar dapat memberikan hasil positif dalam menginternasionalisasikan perguruan tinggi di Indonesia. Beliau mengatakan bahwa dewasa ini, tekanan dari dalam negeri untuk dapat berkontribusi dalam komunitas global semakin terasa. “Forum semacam ini sangatlah penting, tidak hanya dapat membantu dalam hal managerial kegiatan internal, tetapi juga dalam menyokong kurikulum, kegiatan akademik, mahasiswa dan staf-staf kami untuk menjadi lebih mendunia,” tegasnya.
Hari pertama memiliki fokus pada pembelajaran materi melalui rangkaian seminar yang diadakan pada Jumat, 23 Maret 2019. Terdapat total lima seminar oleh enam pembicara, yang terdiri dari tenaga pengajar dan praktisi di bidang interkultural dari Malmo University, James Madison University, Universitat Rovira i Virgili, dan Viadrina University.
Teaching in an International Higher Education Context
Sesi pertama diawali dengan presentasi yang dibawakan oleh Dr. Gundulla Gwenn Hiller dari Viadrina University yang berjudul “Teaching in an International Higher Education Context”. Pembicara menjelaskan pentingnya institusi pendidikan tinggi untuk membuat kelas yang terinternasionalisasi agar dapat membangun institusi dengan kompetensi interkultural yang dapat bersosialisasi secara akademis dan memudahkan proses transisi dalam sistemnya.