Pertama di Dunia, Ilmuwan RI Teliti Dampak Geoengineering Radiasi Matahari

Ade Rachma Unzilla , Okezone · Kamis 20 Desember 2018 20:41 WIB
https: img.okezone.com content 2018 12 20 65 1994106 pertama-di-dunia-ilmuwan-ri-teliti-dampak-geoengineering-radiasi-matahari-5ZOzco6Izw.jpg Ilustrasi: Foto Shutterstock

Dijelaskan Heri, ketidakpastian yang besar tentang keuntungan dan kerugian yang bisa ditimbulkan oleh SRM juga berpotensi besar memprovokasi ketegangan internasional. Terumata negara berkembang yang menjadi perbincangan cukup serius terhadap dampak SRM ini. Mengingat negara-negara berkembang seringkali kurang tangguh terhadap perubahan lingkungan dan sangat rentan terhadap dampak pemanasan global.

“Tentunya berarti bahwa mereka (negara berkembang) akan bisa menjadi yang paling beruntung atau justru paling rugi,” imbuhnya.

Heri menegaskan bahwa penelitian ini bukan dalam rangka mendukung SRM Geoengineering. Akan tetapi, akan membuktikan secara ilmiah apakah SRM akan berdampak positif atau negatif. “Hal itu nantinya menjadi dasar apakah SRM bisa diaplikasikan ke depannya atau tidak,” tuturnya.

Dikatakan Heri bahwa grup peneliti dari ITS tidak akan bekerja sendiri. Melalui Decimals, mereka akan berdampingan dengan tim dari Argentina, Afrika Selatan, Pantai Gading, Fiji, Bangladesh, Iran dan dengan beberapa ahli SRM dunia lainnya. “Harapannya, hasil karya kami ini bisa dipublikasikan pada akhir tahun 2020 mendatang,” pungkasnya.

Sementara itu, Andy Parker, project director dari The Solar Radiation Management Governance Initiative (SRMGI) dalam siaran persnya mengungkapkan rasa bangga bahwa Decimals Fund bisa mensupport Heri Kuswanto dan timnya. Karena mereka mengekplorasi bagaimana SRM berdampak terhadap Indonesia.

“Sebagai proyek SRM pertama yang pernah ada di Indonesia, proyek peletakan batu pertama ini akan mengajari kita lebih banyak tentang bagaimana suhu dan curah hujan yang ekstrim dapat dipengaruhi oleh solar dimming dan akan memulai pembicaraan yang lebih luas tentang penelitian SRM serta tata laksananya di Indonesia,” ujarnya.

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini