Infeksi virus HIV-AIDS memiliki hubungan yang erat terhadap menurunnya sel CD4, karena virus menghancurkan sel tersebut. Akibatnya, fungsi limfosit menjadi lumpuh dan tidak dapat bekerja sebagai jembatan reaksi imunologis, sehingga menyebabkan daya tubuh menurun.
"Sel CD4 merupakan bagian sel darah putih yang berfungsi menjaga kekebalan tubuh manusia, sedangkan CD8 berperan dalam imunitas sel. Zat yang ada dalam biji pare berfungsi meningkatkan pertumbuhan sel CD4 dan menormalkan rasio imunitas sel CD8 pada tubuh manusia, sehingga dapat menghambat perkembangan HIV-AIDS," jelasnya.
Dikatakan Aqshal, ilmuan Amerika Serikat dan Thailand sendiri telah membuat kapsul berisi bubuk biji pare serta mengembangkan terapi pare dengan metode klinis untuk orang dengan HIV/AIDS atau ODHA.
Dirinya mengemas biji pare menjadi es krim itu sendiri dengan pertimbangan karena ODHA cenderung enggan mengonsumsi obat dan menjalani terapi. Melalui es krim dengan citarasa manis ini, mereka justru merasa seperti tidak sedang mengonsumsi obat.
