Selain itu, khusus bagi masyarakat umum pihaknya pun akan mendorong supaya dibentuk Bank Gizi di setiap pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas). Program ini, kata dia, untuk mengantisipasi kasus gizi buruk. Adapun sasarannya, yakni anak dan ibu hamil yang kurang gizi.
Jadi, Bank gizi yang dimaskud ini merupakan pemberian bantuan untuk makanan tambahan bagi para ibu hamil yang mengalami kekurangan gizi. Untuk merealisasikannya, puskesmas harus diberi anggaran minimalnya Rp50 juta-Rp100 juta per tahun.
Untuk polanya sendiri, kata dia, dokter di puskesmas harus mengeluarkan rekomendasi jika da ibu hamil atau ada anak datang ke puskesmas yang divonis mengalami kekurangan gizi.
Dalam rekomendasi itu, nanti dokter mencatat apa saja kebutuhan bahan makanan bagi pasien yang kekurangan gizi ini, termasuk memberi uang untuk belanjanya. Nanti, si ibu harus membeli sumber nutrisi apa saja yang disarankan dokter ini.
"Masalah mekanismenya, nanti bisa dibicarakan bersama antara pemerintah daerah dan provinsi. Bisa saja sharing anggaran. Kalau ditanya duitnya cukup atau engga, saya katakan cukup jika kita memiliki kesungguhan untuk mengakomodir persoalan masyarakat," tambah dia.
(Susi Fatimah)
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik