"Dari pada jajan sembarangan, kan lebih baik bawa bekal sendiri buatan ibunya. Karena, makanan tersebut lebih terjamin kehigienisannya," kata dia.
Dengan kata lain, dia berpendapat, revolusi makanan ini dampaknya sangat positif bagi pelajar itu sendiri. Karena, mereka bisa mendapat asupan makanan yang jauh lebih bergizi dibanding dengan jajan sembarangan.
Dalam program ini, kata dia, pemerintah pun sekaligus turut membantu para pelajar supaya mendapat asupan gizi yang lebih baik lagi. Caranya, dengan memberikan bantuan berupa paket bahan makanan berisi telur dan susu kepada masing-masing pelajar. Terutama dari kalangan kurang mampu.
"Di Purwakarta, dulu setiap Jumat itu anak sekolah mendapat paket berisi telur dan susu. Ini juga untuk mengantisipasi adanya anak yang mengalami gizi buruk," seloroh dia.
Selain dua poin yang ada dalam program revolusi makanan tersebut, pihaknya pun akan mendorong supaya budaya menanam bagi para pelajar kembali digiatkan. Jadi, sejak dini anak-anak harus diajarkan untuk bisa mengelola bahan pangan yang ada di sekitar, supaya tidak selalu membeli di warung.