Advertisement
Advertisement

Manfaatkan Limbah Bunga Sukun, Mahasiswa Indonesia Raih Medali Emas di Taiwan

Elva Mustika Rini , Jurnalis-Kamis, 28 Desember 2017 |12:32 WIB
Manfaatkan Limbah Bunga Sukun, Mahasiswa Indonesia Raih Medali Emas di Taiwan
Foto: Dok UII
A
A
A

JAKARTA – Anti nyamuk identik dengan bahan-bahan kimia berbahaya dan bau menyengat. Namun, berbeda dengan anti nyamuk yang banyak beredar di pasaran, anti nyamuk karya mahasiswa Indonesia ini terbuat dari bahan-bahan alami seperti limbah bunga sukun dan minyak atsiri kamboja yang harum.

Penambahan minyak atsiri ke dalam bahan baku utama ditujukan untuk memberi fungsi ganda, yaitu sebagai aromaterapi. “Jadi selain untuk mengusir nyamuk, repellant ini juga berguna sebaga aromaterapi yang membuat tubuh menjadi rileks,” ujar ketua tim, Endah Desiyani, seperti dilansir dari laman UII, Kamis (28/12/2017).

(Baca juga: Ciptakan Alat Sensor Erupsi Gunung Api, Mahasiswa Indonesia Raih Juara di Malaysia)

Produk ini kemudian dikemas dalam bentuk mat elektrik dan diberi nama ‘Miracle (Mosquito Repellent Mat Electric) From Breadfruit Flower (Artocarpus Altilis) and Frangipani Flower (Plumeria Alba) Essential Oil as an Innovation of Eco-Friendly Aromatic Insecticide’.

Atas inovasi yang mereka ciptakan, tim yang digawangi oleh Endah Desiyani, Al-Wafie Akbar Basawi, dan Lilis Suryani berhasil meraih medali emas pada kompetisi Kaohsiung International Invention and Design Expo (KIDE) 2017 di International Convention Center Kaohsiung, Taiwan.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement