JAKARTA – Biasanya, limbah ikan yang tidak bernilai jual dibiarkan menumpuk sembarangan, menjadi penyumbang pencemaran organik yang sebabkan bau, serta tidak sedap dipandang mata.
‘Limbah’ yang dimaksud merupakan anggota tubuh ikan yang jarang dikonsumsi sehingga kerap disingkirkan begitu saja tanpa memerhatikan keseimbangan ekosistem. Padahal, menurut mahasiswa, Bayu Laksono Putra, ikan kaya akan protein yang bagian-bagiannya dapat dimanfaatkan.
“Bagian-bagian yang biasa dibuang adalah insang, ekor, dan jeroan. Padahal itu kan kaya protein dan dapat diolah menjadi pakan ikan bergizi dan bernilai ekonomis,” tuturnya, seperti dilansir dari laman ITS, Senin (27/11/2017).
Baca juga:
('Smart Tambak' Karya Anak Bangsa Raih Juara di Malaysia)
Menilik masalah tersebut, Dr. Awik Puji Dyah N. S.Si., M.Si., menginisiasi penelitian untuk mengolah limbah ikan menjadi pakan yang berprotein tinggi di Laboratorium Zoologi dan Rekayasa Hewan, Departemen Biologi Institut Sepuluh Nopember (ITS). Selain mengurangi pencemaran lingkungan, produk ini juga bermanfaat dalam meningkatkat produksi ternak ikan.
Tidak hanya memanfaatkan limbah ikan, penelitian ini juga menggunakan keong sawah, dedak, tepung tapioka, vitamin konsentrat, daun pepaya, dan ragi tempe dalam produksi pakan ikan yang kemudian dinamakan Z-Fosh. Bahan-bahan ini kemudian dilumatkan dan dicampur menjadi adonan, lalu dicetak dalam bentuk pelet.
“Limbah ikan harus direbus dan dipisahkan lemaknya, setelah itu dikeringkan di oven. Sementara keong sawah harus dicuci dulu, kemudian dikukus dan dipisahkan dari cangkangnya. Ini tujuannya mengurangi zat beracun dan patogen, serta mengontrol kandungan senyawa aflatoksin agar tidak lebih dari 50 ppm,” papar Bayu.
Baca juga:
(Industrial Business Plan 2017, Siapkan Wirausaha Berbasis Teknologi)
Produk Z-Foosh ini telah diaplikasikan sebagai pakan lele dumbo, dan dijual senilai Rp13.000 per kilogram. Angka yang tergolong ekonomis dibandingkan dengan harga pakan di pasaran.
“Sekitar 60-70 persen dana ternak ikan itu digunakan untuk membeli pakan. Pelet Z-Fosh ini dapat digunakan sebagai upaya terobosan untuk penghematan biaya ternak ikan,” tutur mahasiswa asal Jember itu.
Saat ini, Tim Departemen Biologi, FIA, fokus pada tahap pengembangan dan perbaikan mutu produk. Kedepannya, pelet ikan ini akan diproduksi dalam skala industri dan dipatenkan.
(Susi Fatimah)
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik