Advertisement
Advertisement

Coreng Dunia Akademisi, Kasus Dwi Hartanto Harus Jadi Pembelajaran

Siska Permata Sari , Jurnalis-Selasa, 10 Oktober 2017 |12:13 WIB
Coreng Dunia Akademisi, Kasus Dwi Hartanto Harus Jadi Pembelajaran
Dwi Hartanto bersama BJ Habibie. Foto: Istimewa
A
A
A

JAKARTA - Nama Dwi Hartanto belakangan ini ramai digunjingkan lantaran kasus penipuan publik atas serentetan prestasi yang dibeberkan di media massa.

Pria yang digadang-gadang disebut sebagai The Next Habibie karena memiliki sejumlah prestasi di bidang antariksa ini belakangan mengakui kebohongannya tersebut dan memberikan pernyataan maaf secara resmi yang diunggah di laman PPIDelft.

"Beberapa waktu terakhir ini telah beredar informasi berkaitan dengan diri saya yang tidak benar, baik melalui media massa maupun media sosial. Khususnya perihal kompetensi dan latar belakang saya yang terkait dengan bidang teknologi kedirgantaraan (Aerospace Engineering).

Melalui dokumen ini, saya bermaksud memberikan klarifikasi dan memohon maaf atas informasi-informasi yang tidak benar tersebut," tulis Dwi Hartanto seperti dikutip dari laman ppidelft, Selasa (10/10/2017).

Lantas, kasus Dwi Hartanto ini pun menjadi sorotan di lingkup akademisi termasuk Kementerian Riset, Teknologi, dam Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti). Pasalnya, Dwi Hartanto merupakan bagian dari Visiting World Class Professor, sebuah program yang digagas oleh Direktorat Jenderal Sumber Daya Iptek Dikti.

"Betul Saudara Dwi bagian dari Visiting World Class Professor tahun 2016. Saat itu, yang bersangkutan mengaku bahwa dirinya merupakan Assistant Professor di TU Delft Belanda dan siap berkolaborasi dengan akademisi dalam negeri," kata Direktur Jenderal Sumber Daya Iptek Dikti, Ali Ghufron Mukti melalui siaran pers yang diterima Okezone, baru-baru ini.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement