JAKARTA - Berita palsu atau lebih dikenal hoax semakin marak tersebar di Indonesia. Parahnya, tak semua masyarakat pandai menyaring informasi dengan cermat sehingga memunculkan berbagai fitnah dan persepsi.
Guna mengatasi masalah tersebut, sekelompok mahasiswa dari Instiitut Teknologi Bandung (ITB) membuat sebuah aplikasi Hoax Analyzer untuk mengurangi jumlah berita palsu yang beredar di masyarakat. Aplikasi sendiri berbentuk website yang mampu membantu pengguna mengecek informasi.
"Aplikasi Hoax Analyzer ini kami ciptakan untuk mengurangi jumlah informasi hoax yang beredar di masyarakat. Kami berharap temuan kami ini dapat bermanfaat bagi semua orang di Indonesia, bahkan di seluruh dunia," tutur salah satu anggota tim, Adinda Budi Kusuma Putra, melalui siaran pers, Senin (10/4/2017).
Developer muda ITB yang tergabung dalam Tim Cimol itu merancang Hoax Analyzer dengan memanfaatkan teknologi NLP dan machine learning yang berfungsi memproses teks input dan mengklasifikan berita fakta dan hoax. Berkat inovasi tepat guna tersebut, mereka akan mewakili Indonesia ke babak final tingkat Asia Tenggara pada Microsoft Imagine Cup 2017 di Manila, Filipina.
Sebelumnya Tim Cimol berhasil unggul dari 521 mahasiswa yang berasal dari berbagai daerah di Tanah Air. Nantinya, jika kembali menjadi juara di Manila, mereka akan mengikuti kompetisi yang sama tingkat dunia di Amerika Serikat (AS) pada Juli mendatang.
(Susi Fatimah)
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik