TULUNGAGUNG - Puluhan siswa kelas IX Madrasah Tsanawiyah Al Maarif terpaksa menggelar simulasi ujian nasional berbasis komputer (UNBK) di dua tempat warung internet karena keterbatasan sarana multimedia.
"Kami gelar simulasi ini untuk melatih siswa agar terbiasa dalam mengerjakan ujian dengan menggunakan perangkat multimedia," kata Kepala MTs Al-Maarif, Fathullah di Tulungagung, baru-baru ini.
Kendati latihan biasa, ia memastikan seluruh jawaban soal yang dikerjakan siswa tetap akan dinilai. Hasilnya, kata dia, pelaksanaan simulasi UNBK berikut nilainya akan dijadikan bahan evaluasi sekolah guna meningkatkan kemampuan akademik siswa sekaligus ketrampilan guru pengawas dan proktor (guru operator ujian).
"Kami gunakan dua warnet untuk ujian setiap kelasnya. Sedangkan pelaksanaannya dilakukan secara bergantian melalui program moving class," katanya.
Fathullah mengatakan, total siswa MTs Al-Maarif yang terdaftar sebagai peserta UNBK tercatat sebanyak 143 siswa. Menurut Fathullah, siswanya sudah cukup terbiasa dengan pengerjaan ujian berbasis komputer.