Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pendidikan Vokasi Industri Kuatkan Sinergi SMK dengan Industri

Susi Fatimah , Jurnalis-Selasa, 28 Februari 2017 |20:35 WIB
Pendidikan Vokasi Industri Kuatkan Sinergi SMK dengan Industri
Foto: Istimewa
A
A
A

Ia menegaskan kepada para pengusaha bahwa kerja sama yang dilakukan antara industri dengan dunia pendidikan bukanlah amal atau charity. Investasi pada sumber daya manusia akan menjamin efektivitas dan efisiensi industri, ujarnya.

Peluncuran program link and match ini merupakan implementasi dari Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2016 tentang Revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dalam rangka Peningkatan Kualitas dan Daya Saing Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia, serta tindak lanjut penandatanganan nota kesepahaman lima menteri pada Januari 2017 yang lalu antara Menteri Perindustrian, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Menteri Ketenagakerjaan serta Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy menyampaikan bahwa Kemdikbud menyiapkan kebijakan revitalisasi SMK seperti penyelarasan kurikulum dengan DUDI, penyediaan sumber daya guru-guru produktif yang siap menggembleng anak didik untuk siap menjadi tenaga terampil yang handal dan siap bersaing.

"Kami menyambut baik realisasi kerja sama lintas sektor, antara pemerintah pusat dan daerah serta industri dan dunia usaha. Setiap SMK harus punya mitra industri dan usaha," ujar Muhadjir usai acara peluncuran program pendidikan vokasi industri.

Saat ini telah tersusun program pembinaan dan pengembangan yang link and match antara SMK dan industri. Sebanyak 1.775 SMK, meliputi 845.000 siswa menjadi target sasaran untuk dapat terhubung dan bersinergi dengan 355 perusahaan industri.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement