JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) ingin sekolah mewajibkan kegiatan di luar program kurikulum (ekstrakulikuler) untuk menumbuhkan rasa sosial murid kepada lingkungan sekitar.
"Yang namanya ekstrakurikuler diwajibkan kepada anak-anak kita, kemudian kegiatan kemasyarakatan dan sosial juga perlu dirancang, misalnya sebulan atau dua bulan sekali mengunjungi panti jompo supaya ada rasa sosial dalam diri anak-anak kita," kata Presiden saat membuka Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta, Kamis (26/1/2017).
Saat pembukaan, Presiden Jokowi juga membagikan 2.079 Kartu Indonesia Pintar (KIP) kepada pelajar di panti asuhan di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) dari 309 sekolah di tingkat SD, SMP, SMA/SMK, Sekolah Luar Biasa (SLB) hingga Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).
"Kemudian besih-bersih kampung sekitar, supaya anak-anak memiliki rasa sosial budaya terhadap lingkungannya. Hal-hal seperti ini yang kelihatan mulai kita tinggalkan sehingga kita lupa membangun dan memupuk rasa sosial budaya kepada anak-anak kita," ungkapnya.
Ia juga mengusulkan agar ada kunjungan sekolah ke provinsi atau pulau lain agar para siswa melihat keragaman Indonesia.
"Kemudian kalau punya kemampuan, anak-anak diajak ke provinsi yang lain untuk mengenalkan saudara-saudaranya yang berada di pulau yang lain. Hal itu akan sangat baik untuk keragaman kita, kebhinekaan kita. Kunjungan bukan ke tempat wisata tapi dikenalkan ke saudara-saudaranya di provinsi-provinsi lain," jelasnya.
Ide lain Jokowi adalah dengan menggalakkan lomba-lomba antarsekolah sejak tingkat kecamatan.