Muhadjir menyebut Program Penguatan Pendidikan Karakter tidak mengubah kurikulum yang sudah ada, melainkan hanya perubahan metode pembelajaran.
Dia memaparkan sekolah dan guru diberikan kebebasan dalam memberikan metode belajar yang baru sesuai kreativitas masing-masing.
"Nanti mata pelajaran yang lain juga bisa tidak hanya PPKN. Kalau di SD hanya enam mata pelajaran, bisa dilakukan satu hari. Misalkan matematika, sehari penuh (belajar) matematika," kata dia.
Namun pemerintah tidak memaksakan seluruh sekolah di Indonesia menerapkan Program Penguatan Pendidikan Karakter.
"Memang banyak problem, masih ada sekolah yang pagi sore bergantian, fasilitasnya kurang memadai. Tapi tidak harus kita paksakan secara langsung," katanya.
(Susi Fatimah)
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik