TANGERANG SELATAN- Sekolah Kharisma Bangsa yang berada di Jalan Terbang Layang No 21, Pondok Cabe, Tangerang Selatan, menuding Pemerintah Turki bersikap berlebihan atas kerja sama Pacific Countries Social and Economic Solidarity Association (PASIAD). Kerja sama ini pernah dijalin dengan sejumlah lembaga pendidikan di Indonesia, termasuk salah satunya adalah Sekolah Kharisma Bangsa.
Pernyataan itu diungkapkan Kepala Sekolah Kharisma Bangsa, Sutirto. Menurutnya, pemerintahan Reccep Tayyip Erdogan terlalu mencampuradukkan antara persoalan politik dengan dunia pendidikan, yakni dengan meminta Pemerintah Indonesia menghentikan segala bentuk kerja sama lembaga pendidikan dalam negeri dengan NGO di bawah binaan Gulen tersebut.
"Meskipun sekolah kami sudah menghentikan kerja sama sejak 2014 lalu, namun tak ada yang keliru dengan kerja sama itu, semua murni ranah akademik. Pemerintah Turki terlalu over dalam hal ini," kata Sutirto di ruangannya, Jumat (29/7/2016).
Lebih lanjut dia menjelaskan, sejak berdirinya sekolah Kharisma Bangsa pada 2006, pihak yayasan yang di Ketuai oleh Ibu Djusni Djohan memang membangun kerja sama dengan pihak Pasiad, di antaranya adalah mengirim tenaga pengajar bidang sains asal Turki dan memfasilitasi lulusan Kharisma Bangsa untuk dapat mengenyam pendidikan tinggi di negara yang baru saja dilanda kudeta militer itu.
"Semua kaitannya dengan pendidikan, tak ada ikatan khusus apa pun. Tenaga pengajar asing di sini tak hanya Turki, tapi juga ada Amerika, Inggris, dan Filipina," tegasnya.
Menyikapi hal ini, Sutirto pun tengah menjalin koordinasi dengan Kementerian Pendidikan dan jajaran terkait lainnya agar isu tersebut tak menggangu kondusifitas dunia pendidikan di sekolah dengan jumlah sekira 700 siswa tingkat SD hingga SMA.
Seperti diberitakan sebelumnya, Pemerintah Turki melalui Kedutaan Besarnya di Jakarta meminta Pemerintah Indonesia memutus kerja sama semua lembaga pendidikan di Indonesia dengan NGO Pasiad, alasannya NGO tersebut dituduh sebagai jaringan teroris.
Berikut sejumlah lembaga pendidikan di Indonesia yang dinilai Pemerintah Turki dibiayai oleh Gulen:
1. Pribadi Bilingual Boarding School, Depok, Jawa Barat.
2. Pribadi Bilingual Boarding School, Bandung, Jawa Barat.
3. Kharisma Bangsa Bilingual Boarding School, Tangerang Selatan, Banten.
4. Semesta Bilingual Boarding School, Semarang, Jawa Tengah.
5. Kesatuan Bangsa Bilingual Boarding School, Yogyakarta.
6. Sragen Bilingual Boarding School, Sragen, Jawa Tengah.
7. Fatih Boys School, Aceh.
8. Fatih Girls School, Aceh.
9. Banua Bilingual Boarding School, Kalimantan Selatan.
(afr)
(Rifa Nadia Nurfuadah)
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik