Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sekolah Kharisma Bangsa Tangsel Tuding Erdogan Berlebihan soal Pasiad

Hambali , Jurnalis-Jum'at, 29 Juli 2016 |17:02 WIB
Sekolah Kharisma Bangsa Tangsel Tuding Erdogan Berlebihan soal Pasiad
Foto: Hambali/Okezone
A
A
A

TANGERANG SELATAN- Sekolah Kharisma Bangsa yang berada di Jalan Terbang Layang No 21, Pondok Cabe, Tangerang Selatan, menuding Pemerintah Turki bersikap berlebihan atas kerja sama Pacific Countries Social and Economic Solidarity Association (PASIAD). Kerja sama ini pernah dijalin dengan sejumlah lembaga pendidikan di Indonesia, termasuk salah satunya adalah Sekolah Kharisma Bangsa.

Pernyataan itu diungkapkan Kepala Sekolah Kharisma Bangsa, Sutirto. Menurutnya, pemerintahan Reccep Tayyip Erdogan terlalu mencampuradukkan antara persoalan politik dengan dunia pendidikan, yakni dengan meminta Pemerintah Indonesia menghentikan segala bentuk kerja sama lembaga pendidikan dalam negeri dengan NGO di bawah binaan Gulen tersebut.

"Meskipun sekolah kami sudah menghentikan kerja sama sejak 2014 lalu, namun tak ada yang keliru dengan kerja sama itu, semua murni ranah akademik. Pemerintah Turki terlalu over dalam hal ini," kata Sutirto di ruangannya, Jumat (29/7/2016).

Lebih lanjut dia menjelaskan, sejak berdirinya sekolah Kharisma Bangsa pada 2006, pihak yayasan yang di Ketuai oleh Ibu Djusni Djohan memang membangun kerja sama dengan pihak Pasiad, di antaranya adalah mengirim tenaga pengajar bidang sains asal Turki dan memfasilitasi lulusan Kharisma Bangsa untuk dapat mengenyam pendidikan tinggi di negara yang baru saja dilanda kudeta militer itu.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement