Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kenalan dengan Ma'had Aly Rasyidiyah Khalidiyah

Afriani Susanti , Jurnalis-Senin, 13 Juni 2016 |16:07 WIB
Kenalan dengan Ma'had Aly Rasyidiyah Khalidiyah
Menag meresmikan 13 Ma'had Aly se-Indonesia. (Foto: Humas Kemenag)
A
A
A

JAKARTA - Pondok Pesantren Rasyidiyah Khalidiyah Amuntai di Kalimantan Selatan (Kalsel) menjadi salah satu Ma'had Aly yang diresmikan oleh Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin. Para lulusan dari Ma'had Aly ini nantinya akan setara dengan lulusan Perguruan Tinggi Negeri Islam (PTNI) yang ada di Indonesia.

Lahir pada 13 Oktober 1922, Pondok Pesantren Rasyidiyah Khalidiyah Amuntai awalnya hanya sekolah agama sederhana yang didirikan oleh Universitas Al Azhar Cairo yaitu Tuan Guru H. Abdurrasyid. Ketika itu, kegiatan belajar mengajarnya diselenggarakan sistem halqah.

Sebagai penunjang pendidikan, pada 1928 dibangun sebuah gedung yang dinamakan Arabische School. Kemudian pada 1931, di bawah kepemimpinan Tuan Guru H Juhri Sulaiman, sekolah tersebut berganti nama menjadi Ma’had Rasyidiyah.

Transformasi Ma’had Rasyidiyah menjadi Ma’had Rasyidiyah Khalidiyah lengkap pada 1945 saat KH Idham Khalid memimpin. Namun, kesibukan sang kiai di bidang politik membuat pengelolaan ma'had dialihkan ke Ketua Harian Dewan Pengasuh KH Napiah. Pada 11 Agustus 1966, ma'had pun ditetapkan menjadi Pondok Pesantren Rasyidiyah Khalidiyah hingga sekarang.

Pesantren tersebut memiliki unit-unit pendidikan untuk mencetak para guru. Pesantren itu juga membuka Fakultas Ushuluddin IAIN dan SP. Sejalan dengan unit pendidikan yang ada, inovasi dalam pembelajaran pun dilakukan. Sehingga pembelajaran yang ada dikembangkan menjadi pendidikan berbasis Sains dan Teknologi. Melalui penguatan sains dan teknologi tersebut, para santri pun mendapatkan keterampilan dalam meningkatkan kapabilitas dan kemampuan mereka untuk menghadapi perkembangan zaman.

Sebagai perguruan tinggi berbasis keislaman, Ma'had Aly Rasyidiyah Khalidiyah Amuntai diharapkan mampu mencetak para ulama unggul di Tanah Air. Mahasantri dapat menekuni ilmu akidah melalui program takhasus "Aqidah dan Filsafat Islam" (Aqidah wa Falsafatuhu) di sini. (afr)

(Rifa Nadia Nurfuadah)

Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement