Share

Guru-Guru Ini Dijebloskan ke Penjara oleh Muridnya

Afriani Susanti , Okezone · Jum'at 10 Juni 2016 13:57 WIB
https: img.okezone.com content 2016 06 10 65 1411453 guru-guru-ini-dijebloskan-ke-penjara-oleh-muridnya-IAR4un5XLV.jpg Ilustrasi : (Foto: Dok. Okezone)

JAKARTA - Tugas utama guru adalah mendidik para siswanya di sekolah. Karena itu, tidak heran jika mereka membuat aturan yang bertujuan untuk mendisplinkan para siswa. Namun, sebagian orangtua justru tidak terima dengan niat baik para guru dalam mendidik anak mereka. Bahkan, di antara wali murid tersebut ada yang tega memenjarakan guru putra-putri mereka.

Berikut ini sejumlah kasus guru yang dijebloskan ke balik jeruji besi karena laporan para orangtua murid, yang berhasil dirangkum Okezone, Jumat (10/6/2016).

Gara-gara potong rambut, guru dibui

Seorang guru di SMAN 2 Sinjai Selatan, Sulawesi Selatan, Mubazir, menertibkan siswa dengan rambut gondrong. Salah satu siswa, Saharuddin, menolak upaya Mubazir, dengan alasan akan memotong sendiri rambutnya. Namun, hampir seminggu, rambut Saharuddin masih panjang hingga Mubazir pun memotongnya secara paksa.

Tidak terima dengan perilaku sang guru, orangtua Saharuddin bernama Arifin-Najmiah pun menempuh jalur hukum. Langkah ini membuat guru honorer Pendidikan Olahraga tersebut mendekam di penjara.

Mencubit siswa, guru langsung dipenjara

Awalnya, pelajar di SMPN 1 Bantaeng ini bermain kejar-kejaran dan baku siram dengan sisa air pel. Ternyata, siraman tersebut mengenai salah satu guru, Nurmayani. Siswa tersebut pun langsung digiring ke ruang BK dan dicubit. Usai mendapati laporan dari sang anak, wali murid yang juga merupakan anggota kepolisian itu pun langsung melanjutkan kasus tersebut ke ranah hukum. Bu Guru Maya pun dipenjara sambil menjalani persidangan.

Dipenjara karena menempeleng siswa

Melihat siswanya ribut saat waktunya salat, seorang guru di SMPN 3 Benteng di Kabupaten Selayar, Muh. Arsal menempeleng siswanya. Persoalan ini pun berlanjut ke meja hijau karena orangtua murid tidak terima dengan tindakan guru tersebut. Wali murid tersebut bersikukuh tidak mau memaafkan perlakuan sang guru dan menolak berdamai.(afr)

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini