"Kami sudah merasa nyaman, ternyata tidak demikian, karena banyak PTS lain yang bagus. Kalau sudah mencapai kesuksesan tentu belum, tantangan banyak sekali," ucapnya.
Lulusan doktor dari Ohio State University AS itu memaparkan, ada empat hal yang dia kembangkan untuk keluar dari comfort zone. Pertama, yakni menyangkut tenaga dosen. Menurut dia, dosen handal sangat dibutuhkan untuk mendapatkan kualitas pendidikan yang mumpuni.
Kedua, yakni dalam hal pengembangan laboratorium. Melalui laboratorium yang memadai, akan membuat suatu kampus lebih unggul. Pasalnya, universitas yang tidak punya bidang untuk dipraktikkan di laboratorium bisa didirikan di mana saja, termasuk di rumah toko (ruko).
"Kalau kita punya jurusan kedokteran atau teknik sipil pasti butuh laboratorium. Laboratorium harus dikembangkan, termasuk penelitian, alat, dan mesinnya. Sedangkan yang keempat adalah insfrastruktur pengembangan dalam teknologi," terangnya.
Roesdiman menjelaskan, teknologi informasi atau IT merupakan salah satu bidang di Untar yang sedikit berada dalam zona nyaman. Sebab, perkembangan teknologi saat ini cukup pesat. Sedangkan keempat, yang butuh diperbaiki adalah prasarana dalam arti gedung.