Advertisement
Advertisement

Takut Tak Bisa Ikut UN, Siswa Setor Dana BSM ke Sekolah

Syaiful Islam , Jurnalis-Rabu, 16 Maret 2016 |15:17 WIB
Takut Tak Bisa Ikut UN, Siswa Setor Dana BSM ke Sekolah
SMA PGRI Bangkalan 2, Madura, Jatim. (Foto: Syaiful I/Okezone)
A
A
A

BANGKALAN - Kabar tak sedap menyelimuti dunia pendidikan di Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur. Pasalnya, SMA PGRI 2 Bangkalan disinyalir melakukan pemotongan dana Bantuan Siswa Miskin (BSM).

Tak tanggung-tanggung dana yang dipotong yakni kabarnya mencapai 90 persen. Penerima yang seharusnya mendapat Rp1 juta dari pemerintah, harus gigit jari karena hanya mengantongi Rp100 ribu. Jika siswa penerima BSM tidak bersedia menyetorkan uang tersebut, mereka diancam tidak bisa ikut ujian nasional (UN).

Modus pemotongan BSM sendiri yakni siswa penerima dana bantuan disuruh mencairkan dana sebesar Rp1 juta di bank BNI. Sebab, dana BSM langsung masuk ke rekening penerima. Namun, setelah dicairkan, uang sebesar Rp900 ribu atau 90 persen dari dana BSM disuruh disetor ke sekolah.

Siswa penerima BSM tidak bisa berbuat banyak dan tetap melaksanakan instruksi dari pihak sekolah. Jika tidak disetorkan, mereka takut tidak bisa mengikuti UN.

"Kami semua mengeluhkan kebijakan ini," terang salah satu siswa SMA PGRI 2 Bangkalan, yang tidak mau disebutkan namanya

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement