Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kuliah di Turki Butuh Disiplin Tinggi

Iradhatie Wurinanda , Jurnalis-Kamis, 21 Januari 2016 |06:28 WIB
Kuliah di Turki Butuh Disiplin Tinggi
Yafiq Mursyid mantap memilih Turki sebagai tujuan studi meski rawan konflik. (Foto: dok. pribadi)
A
A
A

JAKARTA - Yafiq Mursyid, adalah salah satu mahasiswa asal Indonesia yang beruntung mendapatkan beasiswa melanjutkan studi master di Turki. Setelah lulus dari Universitas Islam Negeri (UIN) Yogyakarta pada akhir 2013, dia kemudian mendaftar beasiswa Pemerintah Turki, hingga akhirnya berangkat ke sana pertengahan 2014.

"Banyak dosen yang lulus dari universitas-universitas di Eropa dan Amerika sehingga membuat saya termotivasi. Tapi, melihat info beasiswa di Turki beserta kulturnya, saya jadi tertarik dan serius untuk mendaftar. Apalagi beasiswanya bersifat penuh, dapat asrama, asuransi kesehatan, serta biaya hidup per bulan," tuturnya kepada Okezone, belum lama ini.

Mengambil Jurusan Sosiologi Agama di Istanbul University, cowok kelahiran Gresik, 9 Maret 1990 ini mengaku, dalam waktu setahun wajib mempelajari bahasa Turki terlebih dahulu. Jadi, saat ini dia masih menjadi mahasiswa semester pertama.

"Saya ambil program yang 50:50, jadi ada yang pakai bahasa Turki dan Inggris. Sistem pendidikannya di sini tidak jauh beda dengan Indonesia," terangnya.

Kendati demikian, penyuka travelling itu mengatakan, lingkungan belajar di Turki sangat disiplin. Selain itu, dia juga harus bisa memahami beragam karakter dosen yang dari kultur saja sudah berbeda dengan dosen di Indonesia.

"Saya selalu merekam kuliah, jadi kalau sudah di asrama bisa didengarkan lagi. Sehingga kalau ada yang tidak dimengerti bisa dipelajari lebih lanjut," ucapnya.

Yafiq menjelaskan, kuliah di luar negeri juga butuh tanggung jawab. Pasalnya, selain membawa nama pribadi, para mahasiswa Indonesia tersebut juga membawa nama baik Indonesia.

"Karena kita belajar di negara orang, maka kita juga harus menjaga nama baik Indonesia. Saya selalu berpikir punya tanggung jawab, seandainya tidak bisa membanggakan, paling tidak jangan membuat malu bangsa sendiri," imbuhnya.

(Rifa Nadia Nurfuadah)

Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement