Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Gaji dan Fakta yang Harus Diketahui Sebelum Berkarier Menjadi Tentara

Gaji dan Fakta yang Harus Diketahui Sebelum Berkarier Menjadi Tentara
Fakta yang harus diketahui sebelum memutuskan jadi tentara (Ilustrasi: Qerja.com)
A
A
A

SALAH satu profesi yang terkenal dengan baju seragamnya yang khas adalah anggota militer yang kalau di Indonesia berada dibawah markas Tentara Nasional Indonesia (TNI). Lembaga ini mewadahi tiga divisi: angkatan darat (TNI-AD), angkatan laut (TNI-AL) dan angkatan udara (TNI-AU).

Tentu saja tidak mudah untuk bisa bergabung menjadi anggota TNI. Selain butuh fisik yang kuat, anggota TNI juga diharuskan cerdas, berani, disiplin, dan tangkas.

Berikut empat fakta menarik seputar profesi tentara:

1. Tes kesehatan banyak mengugurkan calon anggota TNI

Betul, dari semua tes dalam proses recruitment calon anggota TNI, tes kesehatan dianggap momok yang paling berat karena banyak peserta yang gagal dalam tes ini. Sehat saja ternyata tidak cukup karena calon peserta harus melalui serangkaian tes kesehatan yang cukup ketat.

Tes kesehatan dibagi dalam dua bagian yaitu tes kesehatan bagian luar tubuh dan bagian dalam tubuh. Pemeriksaan kesehatan luar tubuh mencakup tinggi badan, postur, mata, gigi, THT, anus, alat dan alat reproduksi. Sementara dalam tubuh termasuk rontgen, tes urine, dan tes darah.

Oh ya, yang diperiksa bukan saja kesehatan fisik semata tetapi juga kesehatan mental. Maklum bidang pekerjaan tentara termasuk berisiko tinggi, sehingga calon anggota tentara harus memiliki kesehatan psikologis.

2. Rekruitmen dan pendidikan dalam TNI

Rekrutmen di institusi TNI dibagi menjadi tiga tingkatan, yaitu rekruitmen untuk tamtama, bintara, dan akademi militer (akmil). Tingkatan pendidikan itu tergantung latar belakang pendidikan si calon anggota, apakah dia lulusan SMP atau SMU. Selain itu minat dari calon anggota juga berpengaruh.

Misalnya, untuk calon tamtama biasanya tamatan SMP dan sederajat masih bisa mendaftar. Mereka kemudian akan mendapat pendidikan selama enam bulan di sekolah calon tamtama (secata). Setelah lulus, mereka akan mendapatkan pangkat prajurit dua (prada).

Sementara untuk calon bintara haruslah tamatan SMU dan menempuh pendidikan di sekolah calon bintara (secaba) selama lima bulan dan begitu lulus mendapatkan pangkat sersan dua.

Bagaimana dengan akmil? Nah persyaratan untuk masuk akmil juga bisa dilakukan lulusan SMU dan mendapat pendidikan selama empat tahun. Lulusan akmil akan berpangkat letnan dua (letda).

Meskipun demikian, tentu saja ada kesempatan untuk naik pangkat ke level yang lebih tinggi, khususnya untuk perwira bintara, dengan mengikuti pendidikan di sekolah calon perwira (secapa). Setelah mengikuti pendidikan tersebut, mereka bisa langsung berpangkat letnat dua (letda)

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement