Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Hadapi MEA, Unsulbar Buat Kurikulum Baru

Andi Indra , Jurnalis-Jum'at, 11 Desember 2015 |19:51 WIB
Hadapi MEA, Unsulbar Buat Kurikulum Baru
Ilustrasi: Shutterstock
A
A
A

MAJENE - Universitas Negeri Sulawesi Barat (Unsulbar) menyusun kurikulum baru dan pembukaan sejumlah konsentrasi program studi. Penyusunan itu dilakukan untuk menghadapi tantangan di era mendatang, khususnya di bidang Sumber Daya Manusia (SDM) dalam menyongsong Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) yang tak lama lagi akan diterakan.

Rektor Unsulbar, Akhsan Djalaluddin, mengatakan, saat ini, perguruan tinggi yang ia pimpin telah berbenah terutama dalam pelaksanaan kurikulum.

"Menghadapi MEA, mata kuliah yang akan diterima mahasiswa harus mengikuti perkembangan," ujar Akhsan.

Salah satu pembenahan yang dilakukan adalah membuka 17 program studi baru. Menurut Akhsan, pembukaan konsentrasi tersebut selain sebagai antisipasi terhadap MEA, juga sebagai respons terhadap masukan dari masyarakat dan pemerintah terhadap ketersediaan SDM.

Pada program studi manajemen di Fakultas Ekonomi, Unsulbar akan membuka konsentrasi manajemen transportasi. Sementara di FISIP, Unsulbar merancang konsentrasi Kebijakan Publik, Pemerintah Daerah pada program studi Ilmu Politik.

Ketua Program Studi Ilmu Politik FISIP Unsulbar, Muhammad, mengatakan, Unsulbar sebagai satu-satunya perguruan tinggi negeri di wilayah Sulawesi Barat wajib untuk melakukan berbagai perubahan dalam menghadapi tantangan yang akan datang. Dengan begitu, Unsulbar lebih dapat bersiap dengan berbagai kondisi yang akan dihadapi.

"Unsulbar perlu untuk selalu menyesuaikan kurikulum dengan kebutuhan dunia kerja. Karena itu juga nanti akan dapat mendongkrak serapan mahasiswa baru," tandasnya.

(Rifa Nadia Nurfuadah)

Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement