Berikut ini 11 persoalan yang terjadi selama pelaksanaan UKG:
1. Adanya pungutan
UKG seharusnya gratis. Namun guru harus membayar Rp150 ribu untuk try out, pengganti kartu UKG Rp5.000 dan pengambilan nomor urut tes Rp10 ribu-Rp15 ribu. Bahkan, seluruh wilayah di Sulawesi Utara mematok biaya pelaksanana UKG sebesar Rp50 ribu.
2. Lokasi UKG online jauh
Banyak guru harus pergi ke kota untuk mencapai tempat uji kompetisi (TUK) online. Mereka harus mengeluarkan biaya transportasi hingga Rp300 ribu.
3. Salah administrasi
Ada sejumlah guru yang datanya tidak tertera sebagai peserta UKG. Ada juga kesalahan data guru yang masih tercatat bertugas di SMP, padahal sudah pindah ke SMA.
4. Perubahan jadwal
Di Bima, pelaksanaan UKG ditunda. Seharusnya para guru sudah menjalani UKG sejak 9 November, namun jadwal ujian diubah menjadi 17–24 November. Akibatnya, sebagian besar guru meninggalkan banyak jam pelajaran.
5. Persiapan sarana UKG
Terjadi pemaksaan pada UKG online, meskipun sarana di suatu TUK belum mencukupi. Di Bima, para guru membawa laptop masing-masing untuk mengikuti UKG.
6. Masalah teknis
Pemadaman listrik secara tiba-tiba serta guru tidak bisa log in menjadi beberapa contoh masalah teknis saat UKG. Peristiwa ini terjadi di Jakarta Utara dan Cikarang, Jawa Barat. Ada guru yang sudah mengerjakan 70 soal, namun karena tidak bisa log in, maka harus mengulang kembali di tempat yang sama pada hari yang berbeda.