JAKARTA - Pelaksanaan Uji Kompetensi Guru (UKG) tinggal menunggu hari. Para guru pun harus bersiap diri menghadapi UKG yang akan berlangsung pada 9 November nanti.
Kepala SMPN 98 Jakarta, Endang Amira, mengaku siap mengikuti UKG meski masih disibukkan dengan berbagai diklat.
"Belum belajar, sih. Tapi saya enggak takut. Anak-anak saja ikut ujian nasional (UN) tanpa rasa takut, masa guru harus takut ikut UKG," ujar Endang, kepada Okezone, belum lama ini.
Sementara itu, Guru Bahasa Indonesia di SMAN 38 Jakarta, Drs. Mulyoto mengaku, persiapan yang dilakukannya masih sedikit.
"Karena kami juga memikirkan yang di luar sekolah seperti keluarga. Jadi masih belum total bersiap untuk ujian, perlu waktu," ungkapnya.
Beda halnya dengan Guru Matematika di SMPN 8 Depok, Budi Prasodjo. Dia mengaku, sudah bersiap ujian dengan mencari materi-materi soal UKG di internet.
"Saya juga me-review kembali pengalaman-pengalaman di lapangan," ujarnya.
Tahun ini UKG untuk semua guru di Indonesia akan digelar sepanjang November, tepatnya pada 9-27 November. Ujian dijadwalkan berlangsung secara dalam jaringan (daring) ataupun luar jaringan (luring). Kemendikbud menyiapkan 4.032 lokasi ujian daring. Dia menjamin, pelaksana ujian daring akan siap. Sementara itu, UKG luring akan dihelat di 184 tempat.
Secara umum, UKG akan mengujikan 60 atau 120 soal, tergantung mata pelajaran dan program keahlian yang harus diselesaikan guru. Semua harus dikerjakan dalam waktu 120 menit.
Seperti halnya ujian nasional (UN) untuk siswa, tipe soal pada UKG daring akan berbeda-beda. Guru juga tidak boleh membawa apa pun ke dalam ruang ujian dan mengerjakan soal dengan komputer yang disiapkan panitia. Sedangkan pada UKG luring, usai ujian, soal akan langsung dimusnahkan di hari yang sama, baik dengan alat pemotong kertas atau dibakar. (afr)
(Rifa Nadia Nurfuadah)
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik