Pada PKM ini, penekanan materi yang diberikan bukan pada bagaimana Pilkada dilaksanakan, hal ini karena semua peserta merupakan pemilih aktif yang telah berpengalaman dan berpartisipasi dalam pemilu.
Sehingga materi yang diberikan lebih fokus pada pendidikan demokrasi masyarakat. Tiga poin yang ditekankan ialah adanya kebebasan, persamaan dan pengawasan yang dimiliki setiap warga negara sebagai inti dalam pelaksanaan demokrasi.
“Selain menjelaskan nilai-nilai substantif demokrasi, tim PKM juga mengajak peserta ke dalam simulasi demokrasi secara nyata,” kata Arin Fitriani salah seorang dosen FISIP UBL, Kamis (27/8/2015).
Simulasi ini menekankan adanya partisipasi warga untuk turut mengkritisi pemimpinnya sesuai kaidah nilai demokrasi. Simulasi dilakukan melalui diskusi kelompok dengan mengidentifikasi masalah yang terjadi di lingkungan dan mencoba menawarkan solusinya.
“Pemaparan materi nilai-nilai demokrasi serta simulasi bersama warga diharapkan turut berkontribusi secara luas terhadap Indonesia yang menjadi negara dengan sistem demokrasi ideal bagi banyak negara di dunia,” tandasnya.
(Muhammad Sabarudin Rachmat (Okezone))
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik