Sebelumnya, dalam wawancara dengan BBC, Ketua Dewan Pertimbangan Ikatan Penerbitan Indonesia (IKAPI), Setia Dharma Madjid, mengatakan minat baca naik di kalangan pedesaan namun daya beli menjadi hambatan besar.
Selain Ridwan, ada juga rekannya Muhammad Rahmat, 42, yang menggagas bendi pustaka.
Rahmat mengatakan, beroperasi tiap hari minggu sore berkeliling di desa-desa. "Saya lihat bendi sudah sangat jarang digunakan, karena digantikan becak dan ojek. Padahal dulu waktu saya kecil, banyak sekali bendi," katanya.
Nantinya, Rahmat yang aktif di Yayasan Kebudayaan Akar berharap bahwa gerakan sastra di Polewali Mandar bisa terus berkembang dengan kegiatan lain, seperti mendongeng atau diskusi buku.
(Rifa Nadia Nurfuadah)
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik