Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bergelut dengan Sampah demi Uang Sekolah

Demon Fajri , Jurnalis-Senin, 17 Agustus 2015 |05:19 WIB
Bergelut dengan Sampah demi Uang Sekolah
Suasana di TPA Air Sebakul, Kota Bengkulu. (Foto: Demon F/Okezone)
A
A
A

''Uangnya saya berikan ke orangtua, biasa untuk biaya sekolah dan membeli buku,'' tutur Aksa dengan polos.

Setiap usai pulang sekolah, Aksa langsung bergabung dengan kedua orangtuanya mengais-ngais sampah. Bahkan, dia bisa seharian memulung jika sekolah libur. Tidak hanya Aksa, sang kakak, Aan, sudah terlebih dulu membantu orangtua mereka mengumpulkan rongsokan di TPA. Aan kini sudah menjadi pelajar SMP.

Aksa mengaku, biasanya mengumpulkan terlebih dahulu hasil kerjanya seperti plastik, kertas, buku dan besi bekas. Setelah banyak, baru orangtuanya menjual ke toko penampung.

"Itupun bisa seminggu sekali kami jual, tergantung hasil pencarian setiap hari,'' imbuhnya.

Selain Aksa dan Aan, masih banyak anak usia sekolah lainnya yang bergelut dengan perjuangan membantu ekonomi keluarga. Meski demikian, mereka, oleh Mendikbud Anies Baswedan, dalam naskah pidato upacara HUT ke-70 Kemerdekaan RI yang dikutip dari laman Kemendikbud, Senin (17/8/2015), disebut sebagai calon pemimpin bangsa pada 30 tahun mendatang serta memiliki kesempatan sama untuk menorehkan sejarah di Republik ini.

(Rifa Nadia Nurfuadah)

Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik

Halaman:
Lihat Semua
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Banner
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Terpopuler
Advertisement