BENGKULU - Pagi hari, dengan menyandang tas di pundak, para pelajar belia ini siap menjemput ilmu. Siangnya, tas diganti keranjang bambu, bekal mereka bergelut di tumpukan sampah demi uang sekolah.
Itu adalah pemandangan umum di area Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Air Sebakul, Kelurahan Sukarami, Kecamatan Selebar, Kota Bengkulu. Puluhan bocah tidak canggung keluar masuk tumpukan sampah penuh lalat dan bau menyengat, untuk mencari barang yang masih berharga.
Salah satu pencari barang bekas di TPA Air Sebakul, Rehi (55), mengatakan, pekerjaan itu dilakoni para anak usia sekolah tersebut untuk membantu perekonomian orangtuanya dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. "Mereka mencari barang bekas untuk didaur ulang agar bisa dijual kembali dan membantu orangtuanya dalam membiayai uang sekolah,'' kata Rehi, saat ditemui Okezone, baru-baru ini.
Di antara pemulung belia itu adalah Aksa. Saat ini bocah delapan tahun tersebut tercatat sebagai siswa kelas dua SD di Kelurahan Betungan, Bengkulu. Dia mengaku, sudah sejak berusia tiga tahun membantu orangtuanya di TPA untuk mencari barang bekas yang bisa dijual kembali.
''Uangnya saya berikan ke orangtua, biasa untuk biaya sekolah dan membeli buku,'' tutur Aksa dengan polos.
Setiap usai pulang sekolah, Aksa langsung bergabung dengan kedua orangtuanya mengais-ngais sampah. Bahkan, dia bisa seharian memulung jika sekolah libur. Tidak hanya Aksa, sang kakak, Aan, sudah terlebih dulu membantu orangtua mereka mengumpulkan rongsokan di TPA. Aan kini sudah menjadi pelajar SMP.
Aksa mengaku, biasanya mengumpulkan terlebih dahulu hasil kerjanya seperti plastik, kertas, buku dan besi bekas. Setelah banyak, baru orangtuanya menjual ke toko penampung.
"Itupun bisa seminggu sekali kami jual, tergantung hasil pencarian setiap hari,'' imbuhnya.
Selain Aksa dan Aan, masih banyak anak usia sekolah lainnya yang bergelut dengan perjuangan membantu ekonomi keluarga. Meski demikian, mereka, oleh Mendikbud Anies Baswedan, dalam naskah pidato upacara HUT ke-70 Kemerdekaan RI yang dikutip dari laman Kemendikbud, Senin (17/8/2015), disebut sebagai calon pemimpin bangsa pada 30 tahun mendatang serta memiliki kesempatan sama untuk menorehkan sejarah di Republik ini.
(Rifa Nadia Nurfuadah)
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik