Mulanya kata dia, dewan sekolah menawarkan biaya sumbangan bervariasi mulai dari Rp1 juta sampai Rp2 juta per siswa. Wali murid akhirnya memilih Rp1 juta. Mereka bahkan diminta menandatangani surat kesanggupan membayar iuran tersebut.
“Katanya satu tahun pelunasannya, bahkan kabarnya sudah ada wali murid yang terlanjur membayar,” katanya.
Sejatinya, banyak wali murid keberatan dengan biaya pendidikan sebesar itu, namun tidak berdaya bila harus menolak. Mereka khawatir putra mereka atau wali murid akan mendapat perlakuan diskriminatif dari sekolah apabila tidak ikut menyumbang.
“Setahu kami kalau sekolah negeri apalagi SD itu gratis, ternyata enggak justru ditawari bayar Rp1 juta,” papar dia.
(Muhammad Sabarudin Rachmat (Okezone))
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik