Sufahira bercerita, sebagian orang menganggap kebiasaan mengendarai motor trail ini bukan hal yang biasa, bahkan cenderung tidak pantas. Gadis yang bercita-cita menjadi seorang polisi wanita (polwan) ini tidak menganggap pendapat itu sebagai masalah selama dia dapat terus ke sekolah guna mewujudkan cita-cita.
"Bagi saya ini bukan sekedar motor trail, bukan sekadar hobi. Bagi saya ini adalah salah satu penunjang bagi saya agar bisa terus ke sekolah. Bisa dibayangkan, bagaimana jika saya menggunakan kendaraan umum atau motor biasa, tidak hanya akan selalu terlambat bahkan tidak ke sekolah. Motor biasa juga akan selalu rusak karena tidak cocok dengan kondisi medan yang dilalui," tambahnya.
Kepala SMKN 1 Bulo, Syarif, mengapresiasi semangat Sufahira untuk tetap tekun ke sekolah. Meski, hal itu cukup berbahaya baginya.
Syarif mengakui, kondisi jalan dari sekolah menuju rumah sebagian murid di daerah ini memang terbilang rusak parah. Bahkan, kondisi itu acapkali membuat banyak pelajar di daerah ini yang kesulitan untuk sampai ke sekolah.
"Memang harus dimaklumi, apalagi kondisi jalan dari sebagian rumah siswa ke sekolah, tidak lagi hanya sekedar rusak parah, tetapi juga sudah terbilang ekstrem," sebutnya.
(Rifa Nadia Nurfuadah)
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik