Advertisement
Advertisement

Mahasiswa USN Kembali Protes DO Ketua BEM

Ahmad Nizar , Jurnalis-Kamis, 30 Oktober 2008 |12:37 WIB
Mahasiswa USN Kembali Protes DO Ketua BEM
A
A
A

KENDARI - Puluhan mahasiswa  mendesak masuk ke Kantor Bupati untuk menemui Bupati Kolaka terkait masalah pemecatan mahasiswa dari kampus Universitas 19 November Kolaka (USN).

Mahasiwa mendesak pemerintah daerah mengambil sikap atas keputusan rektor USN. Namun, karena bupati tidak ada di tempat puluhan mahasiswa ditahan di depan pagar kantor. Namun hal ini justru membuat mahasiswa mengamuk dan kericuhan pun tak terhindari.

Mahasiswa dan aparat kepolisian saling dorong dan nyaris adu jotos. Kericuhan sempat berulang beberapa kali karena mahasiswa marah saat beberapa rekan mahasiswi juga terkena dampak aksi saling dorong dan sebuah bendera pengunjuk rasa diamankan.

Setelah melakukan negosiasi dengan aparat, bendera yang diamankan kemudian dikembalikan, namun tiang bendera tetap diamankan agar tidak digunakan mahasiswa sebagai senjata.

Sementara itu Rektor USN Ashari saat dikonfirmasi via telepon dengan tegas mengatakan mahasiswa yang terkena droup out atau demo murni karena tidak memenuhi syarat akademik. "Selama delapan semester IPK mahasiswa itu  dibawah 2,0," tandasnya, Kamis (30/10/2008).

Rektor USN juga menyayangkan beberapa mahasiswa yang terlibat unjuk rasa karena sebagian mahasiswa tersebut dalam status cuti akademik.

Sekadar diketahui, puluhan mahasiswa USN Senin 22 September lalu juga menggelar aksi demo memprotes kebijakan kampus yang mengeluarkan Ketua BEM dan MPM USN. Pihak kampus beralasan kedua mahasiswa ini selama tiga tahun IPK nya di bawah standar. Aksi kemudian berakhir ricuh dan seorang wartawan 68 H mengalami luka-luka.

(Fitra Iskandar)

Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement