HGN 2026, Pemerintah Bakal Tingkatkan Kompetensi Guru Madrasah

Khafid Mardiyansyah, Jurnalis
Jum'at 23 Oktober 2026 22:05 WIB
Ilustrasi
Share :

JAKARTA – Kementerian Agama (Kemenag) melalui Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah tengah mematangkan konsep peringatan Hari Guru Nasional (HGN) 2026. Sejumlah program disiapkan untuk meningkatkan kompetensi guru madrasah, memperkuat kebersamaan, serta memberikan apresiasi kepada pendidik yang telah berdedikasi, termasuk mereka yang mengajar di daerah dengan berbagai keterbatasan.

Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan Madrasah, Fesal Musaad, mengatakan peringatan HGN 2026 akan diselaraskan dengan tema besar nasional dan mengusung semangat kolaborasi yang melibatkan satuan pendidikan, mulai dari madrasah hingga pesantren di berbagai wilayah Indonesia.

Menurut Fesal, peringatan HGN tidak hanya menjadi ajang penghargaan bagi guru, tetapi juga perlu menghadirkan kegiatan yang relevan dengan kebutuhan pendidik dan lingkungan madrasah.

“Kita ingin memastikan HGN 2026 dikemas secara sederhana namun bermakna. Kegiatan ini harus memiliki dampak langsung, baik dalam hal peningkatan kapasitas guru, pelestarian lingkungan, maupun semangat kebersamaan di lingkungan madrasah,” ujar Fesal.

Sejumlah agenda yang tengah disiapkan meliputi program ekoteologi, kegiatan olahraga, Sarasehan Guru Nasional, upacara peringatan, hingga malam penganugerahan guru.

Guru Madrasah Didorong Menguasai Teknologi dan AI

Salah satu agenda yang menjadi perhatian dalam HGN 2026 adalah Sarasehan Guru Nasional. Forum ini dirancang sebagai ruang bagi guru madrasah untuk meningkatkan pemahaman mengenai perkembangan teknologi, terutama pemanfaatan kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI) dan pendekatan pembelajaran berbasis Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM).

Melalui kegiatan tersebut, guru diharapkan dapat memperluas wawasan mengenai penggunaan teknologi dalam proses pembelajaran, termasuk melalui tindak lanjut program yang sebelumnya didukung oleh Google Gemini.

Pengembangan kompetensi ini menjadi bagian dari upaya agar guru madrasah dapat mengikuti perkembangan teknologi pendidikan dan memanfaatkannya sesuai kebutuhan pembelajaran.

Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Arskal Salim GP, menyampaikan lima arahan strategis untuk menyempurnakan konsep HGN 2026. Arahan tersebut menekankan pentingnya menghadirkan kegiatan yang tidak sekadar menjadi agenda tahunan, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi warga madrasah.

Apresiasi bagi Guru yang Mengabdi di Daerah Terbatas

Selain pengembangan kompetensi, Kemenag juga merencanakan pemberian penghargaan kepada guru melalui upacara peringatan dan malam penganugerahan.

Apresiasi tersebut terutama ditujukan kepada para guru yang menunjukkan dedikasi dalam mendidik peserta didik, termasuk mereka yang mengabdi di wilayah dengan berbagai keterbatasan.

Penghargaan ini menjadi salah satu bentuk pengakuan terhadap kontribusi guru dalam menjaga keberlangsungan pendidikan dan memberikan layanan pembelajaran kepada masyarakat.

Arskal menegaskan, peringatan HGN juga perlu dimanfaatkan untuk mengevaluasi berbagai kebijakan yang berkaitan dengan kesejahteraan dan masa depan profesi guru.

“HGN harus menjadi momentum time to check untuk melihat sejauh mana kebijakan seperti akselerasi PPG, afirmasi guru non-ASN, hingga pengangkatan PPPK benar-benar memberikan perubahan positif bagi masa depan profesi guru,” pungkas Arskal.

Ekoteologi dan Olahraga untuk Lingkungan Madrasah

Dalam penyempurnaan konsep HGN 2026, Kemenag turut mendorong kegiatan ekoteologi yang tidak terbatas pada penanaman pohon. Madrasah juga didorong melakukan aksi pelestarian lingkungan melalui pembuatan lubang biopori, pemilahan sampah organik dan anorganik, pengolahan sampah menjadi kompos, serta pengurangan penggunaan plastik sekali pakai.

Program tersebut diharapkan dapat memperkuat kepedulian terhadap lingkungan sekaligus mendorong penerapan kebiasaan ramah lingkungan di lingkungan pendidikan madrasah.

Sementara itu, kegiatan Sport and Fun Activity dirancang untuk menjaga kebugaran sekaligus mempererat kebersamaan antarguru dan warga madrasah. Pelaksanaannya diharapkan tetap memperhatikan kearifan lokal agar kegiatan dapat disesuaikan dengan karakteristik lingkungan masing-masing.

Kemenag masih akan menyempurnakan konsep HGN 2026 melalui serangkaian diskusi. Langkah ini dilakukan agar seluruh agenda yang direncanakan dapat dipersiapkan dan dilaksanakan secara optimal, sekaligus memberikan manfaat bagi peningkatan kapasitas, apresiasi, dan penguatan peran guru madrasah dalam dunia pendidikan.

(Khafid Mardiyansyah)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Edukasi lainnya