Apresiasi tersebut terutama ditujukan kepada para guru yang menunjukkan dedikasi dalam mendidik peserta didik, termasuk mereka yang mengabdi di wilayah dengan berbagai keterbatasan.
Penghargaan ini menjadi salah satu bentuk pengakuan terhadap kontribusi guru dalam menjaga keberlangsungan pendidikan dan memberikan layanan pembelajaran kepada masyarakat.
Arskal menegaskan, peringatan HGN juga perlu dimanfaatkan untuk mengevaluasi berbagai kebijakan yang berkaitan dengan kesejahteraan dan masa depan profesi guru.
“HGN harus menjadi momentum time to check untuk melihat sejauh mana kebijakan seperti akselerasi PPG, afirmasi guru non-ASN, hingga pengangkatan PPPK benar-benar memberikan perubahan positif bagi masa depan profesi guru,” pungkas Arskal.
Ekoteologi dan Olahraga untuk Lingkungan Madrasah
Dalam penyempurnaan konsep HGN 2026, Kemenag turut mendorong kegiatan ekoteologi yang tidak terbatas pada penanaman pohon. Madrasah juga didorong melakukan aksi pelestarian lingkungan melalui pembuatan lubang biopori, pemilahan sampah organik dan anorganik, pengolahan sampah menjadi kompos, serta pengurangan penggunaan plastik sekali pakai.