Nama Andrea Bocelli mulai dikenal luas setelah memenangkan kategori pendatang baru dalam Sanremo Music Festival pada 1994. Kemenangan tersebut menjadi salah satu titik penting yang membuka jalan bagi kariernya di industri musik Italia dan internasional.
Pada tahun yang sama, ia merilis album Il Mare Calmo della Sera. Setelah itu, popularitasnya semakin meningkat melalui album dan penampilan yang menggabungkan musik klasik dengan unsur pop.
Salah satu lagu yang turut memperkenalkan namanya kepada pendengar global adalah Con te partirò. Lagu tersebut kemudian dikenal luas dalam versi duet berbahasa Inggris berjudul Time to Say Goodbye, yang dibawakannya bersama Sarah Brightman.
Sepanjang kariernya, Bocelli tampil dalam berbagai pertunjukan opera dan konser internasional. Ia juga berkolaborasi dengan sejumlah musisi ternama serta menerima berbagai penghargaan atas kontribusinya di dunia musik.
Pada 2010, Bocelli memperoleh bintang di Hollywood Walk of Fame. Ia juga menerima Crystal Award dari World Economic Forum pada 2015 sebagai pengakuan atas kontribusinya di bidang seni dan kemanusiaan.
Kontroversi yang mengiringi rencana konser Bocelli berkaitan dengan sikap kelompok pro-Palestina terhadap rekam jejak penampilannya di Israel. Dilansir dari AFP, Bocelli pernah tampil dalam konser di Tel Aviv pada 2022.
Penampilan tersebut dihadiri sejumlah tokoh, termasuk Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Bocelli juga pernah tampil dalam acara penggalangan dana di Los Angeles pada 2010 yang dikaitkan dengan kelompok pendukung militer Israel. Rekam jejak tersebut menjadi salah satu alasan kelompok pro-Palestina menyerukan boikot terhadap konsernya di Yordania.
Di Indonesia, MUI menyatakan penolakan terhadap rencana konser Bocelli dengan merujuk pada sikap organisasi tersebut mengenai dukungan terhadap perjuangan Palestina. MUI mendesak pemerintah membatalkan konser yang direncanakan berlangsung di Candi Borobudur pada 31 Oktober 2026 dan Jakarta pada 3 November 2026.
Sementara itu, di Yordania, kelompok Boycott, Divestment, Sanctions (BDS) bersama sejumlah pihak menyerukan agar masyarakat tidak membeli tiket konser Bocelli di Petra yang dijadwalkan pada 27 November 2026.
Seruan tersebut merupakan bentuk protes terhadap apa yang mereka nilai sebagai dukungan Bocelli terhadap Israel. Adapun jadwal konser yang tercantum di situs resmi sang penyanyi menunjukkan bahwa agenda di Indonesia dan Yordania direncanakan berlangsung pada tanggal-tanggal tersebut.
(Djanti Virantika)