“Mahasiswa Fakultas Kehutanan merupakan calon profesional yang nantinya akan terlibat dalam pengelolaan hutan, industri, riset, kebijakan, maupun rantai pasok,” kata Isra.
Sementara itu, Thomas mengatakan perkembangan sektor kehutanan membuat kebutuhan terhadap tenaga profesional dengan pemahaman mengenai keberlanjutan, sertifikasi, asesmen, dan rantai pasok ikut berkembang.
Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya mempertemukan pembelajaran di perguruan tinggi dengan perkembangan persoalan dan kebutuhan di sektor kehutanan. Melalui forum semacam ini, mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk melihat hubungan antara pengetahuan yang dipelajari di kampus dengan praktik pengelolaan hutan dan hasil hutan di lapangan.
Selain diskusi di lingkungan kampus, rangkaian FSC Forest Week 2026 di Indonesia juga mencakup sejumlah kegiatan edukasi dan program kreatif yang ditujukan untuk memperkenalkan isu kehutanan kepada masyarakat.
Di IPB University, kegiatan tersebut menempatkan mahasiswa sebagai bagian dari pembahasan mengenai masa depan kehutanan Indonesia, dengan menyoroti kebutuhan akan kompetensi akademik sekaligus pemahaman terhadap persoalan yang melibatkan berbagai sektor.
(Khafid Mardiyansyah)