Karena itu, proses evakuasi harus dilakukan dengan perencanaan matang. Pengangkatan tanpa prosedur yang tepat justru dapat menyebabkan zat berbahaya terlepas dan mencemari perairan di sekitarnya.
Seiring waktu, kapal yang berada di dasar laut dapat menjadi bagian dari ekosistem baru. Permukaan bangkai kapal dapat ditempeli organisme laut dan menjadi tempat berlindung bagi berbagai jenis ikan serta biota lainnya.
Dalam kondisi tertentu, bangkai kapal bahkan dapat berfungsi layaknya artificial reef atau terumbu karang buatan. Struktur tersebut menyediakan ruang bagi biota laut untuk mencari makan, berlindung, hingga berkembang biak.
Dengan mempertimbangkan biaya, tingkat kesulitan, keselamatan, serta kondisi lingkungan, keputusan untuk membiarkan bangkai kapal di dasar laut dapat menjadi pilihan yang lebih tepat dibandingkan memaksakan proses pengangkatan.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)