Menurut Arief, aspek keberlanjutan perlu ditempatkan dalam pengelolaan perguruan tinggi, termasuk melalui pendidikan dan penelitian.
“Kampus berkelanjutan harus menjadi bagian dari budaya institusi. Karena itu, kami akan terus mendorong integrasi aspek lingkungan, sosial, pendidikan, penelitian, teknologi, dan tata kelola dalam pengembangan Universitas Esa Unggul,” katanya.
Dengan hasil tersebut, posisi UEU pada UI GreenMetric 2026 menjadi salah satu indikator eksternal yang dapat digunakan untuk melihat perkembangan pengelolaan keberlanjutan di lingkungan kampus.
Bagi universitas, hasil pemeringkatan juga menjadi dasar untuk melihat aspek yang masih perlu diperbaiki, terutama dalam menjaga konsistensi program dan kualitas data pada penilaian berikutnya.
(Khafid Mardiyansyah)