JAKARTA — Nama Frankie MacDonald menjadi perhatian warganet Indonesia setelah video yang diunggahnya di media sosial kembali menyinggung potensi gempa bumi besar di Indonesia. Dalam video yang dibagikan melalui akun Facebook pribadinya pada Kamis (3/9/2026), pengamat cuaca asal Kanada itu menyebut Jakarta dan Pulau Jawa sebagai wilayah yang menurut klaimnya berpotensi terdampak gempa kuat sebelum 2026 berakhir.
Dalam video tersebut, Frankie juga mengimbau masyarakat untuk mempersiapkan perlengkapan darurat sebagai langkah antisipasi menghadapi kemungkinan bencana.
“Gempa bumi besar lainnya akan menghantam Indonesia sebelum tahun 2026 berakhir. Gempa ini akan menyebabkan banyak kerusakan di Indonesia, termasuk Jakarta dan Jawa,” ujar Frankie MacDonald.
Ia kemudian menyebut kekuatan gempa yang diprediksinya dapat mencapai magnitudo 7,0 atau lebih, bahkan hingga magnitudo 9,0 atau lebih.
“Gempa ini akan membawa kekuatan magnitudo 7,0 atau lebih besar, atau bahkan magnitudo 9,0 atau lebih besar di Indonesia,” tambahnya.
Frankie MacDonald merupakan pengamat cuaca amatir asal Kanada. Ia lahir pada 24 April 1984 di Sydney, Nova Scotia, dan dikenal karena aktivitasnya membuat laporan cuaca secara mandiri melalui internet.
Frankie banyak membagikan video mengenai perkembangan cuaca maupun potensi bencana di berbagai wilayah. Salah satu ciri khasnya adalah gaya penyampaian yang ekspresif dan penuh semangat ketika memberikan informasi mengenai kondisi cuaca.
Konten-kontennya antara lain membahas cuaca di wilayah asalnya di Nova Scotia, badai salju di Winnipeg, hujan deras di Vancouver, serta sejumlah kejadian cuaca ekstrem di Amerika Serikat, termasuk Minnesota dan New York.
Ia juga pernah membuat laporan mengenai kondisi cuaca di luar Amerika Utara, termasuk Australia dan Bermuda ketika wilayah tersebut menghadapi Hurricane Gonzalo pada 2014.
Aktivitas tersebut membuat Frankie dikenal di berbagai platform internet. Ia membagikan konten melalui YouTube, media sosial, hingga blog pribadinya.
Di balik popularitasnya sebagai pengamat cuaca amatir, Frankie dikenal karena mempelajari dan mengamati berbagai fenomena cuaca secara mandiri. Ia kemudian membangun reputasi di internet melalui laporan cuaca yang dibuat berdasarkan pengamatannya.
Namun, latar belakang sebagai pengamat cuaca amatir perlu dibedakan dengan kapasitas lembaga atau ilmuwan yang memiliki kewenangan dan metode khusus dalam melakukan kajian kegempaan.
Pernyataan Frankie mengenai gempa Indonesia juga bukan kali pertama menjadi perhatian warganet Tanah Air. Pada awal Mei 2026, ia disebut pernah menyampaikan prediksi mengenai gempa berkekuatan magnitudo 7,0 di Indonesia yang kemudian dikaitkan dengan gempa Sulawesi bermagnitudo 7,7.
Kemiripan antara klaim tersebut dengan kejadian gempa yang terjadi setelahnya membuat sebagian warganet kembali mengaitkan namanya dengan prediksi gempa terbaru.
Meski demikian, kemiripan waktu atau angka magnitudo tidak dapat dijadikan bukti bahwa sebuah prediksi gempa menggunakan metode ilmiah yang akurat.
Klaim mengenai gempa besar yang disebut akan terjadi di Jakarta atau wilayah Jawa sebelum akhir 2026 perlu disikapi secara hati-hati. Prediksi yang menyebut secara spesifik waktu, lokasi, dan kekuatan gempa tidak sama dengan prakiraan berbasis metode ilmiah.
Hingga kini, waktu dan lokasi terjadinya gempa bumi belum dapat diprediksi secara akurat. Karena itu, masyarakat sebaiknya tidak menjadikan video atau ramalan di media sosial sebagai kepastian bahwa gempa dengan kekuatan tertentu akan terjadi pada waktu yang disebutkan.
Langkah yang lebih penting adalah tetap mengikuti informasi resmi dari lembaga berwenang serta memahami prosedur mitigasi dan evakuasi gempa bumi. Dengan begitu, masyarakat dapat meningkatkan kesiapsiagaan tanpa terjebak kepanikan akibat informasi yang belum terverifikasi.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)